Kategori: Artikel

  • SPMB SMPN 2 Mojokerto Tahun Ajaran 2025/2026

    Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SMP Negeri 2 Mojokerto tahun ajaran 2025/2026 akan segera dibuka. Sesuai dengan kebijakan terbaru, penerimaan peserta didik baru kini dibagi berdasarkan Sistem Rayon. SMPN 2 Mojokerto tergabung dalam Rayon 2, yang mencakup Kelurahan Purwotengah, Gedongan, Kauman, Mentikan, Pulorejo, Magersari, serta Kelurahan Wates (sebagai pilihan luar rayon).

    Total daya tampung (pagu) yang tersedia di SMPN 2 Mojokerto adalah 256 murid, dengan rincian sebagai berikut:

    • Jalur Domisili (minimal 40%): 111 murid
    • Jalur Afirmasi (25%): 55 murid
    • Jalur Prestasi (20%): 44 murid
    • Kelas Olahraga (1 rombel): 32 murid
    • Jalur Mutasi (maksimal 5%): 11 murid
    • Jalur Hafidz Qur’an/Golden Ticket: 3 murid

    Pendaftaran akan dilaksanakan secara online melalui laman resmi https://mojokertokota.spmb.id/ dan tanpa pungutan biaya/ GRATIS. Berikut jadwal pendaftarannya:

    • 2–4 Juni 2025

    Pendaftaran dibuka untuk jalur Afirmasi, Prestasi, Mutasi, Kelas Olahraga, Golden Ticket, dan Domisili untuk lulusan SD luar Kota Mojokerto.

    • 23–25 Juni 2025

    Pendaftaran dibuka untuk jalur Domisili khusus lulusan SD dari dalam Kota Mojokerto.

    Calon murid  diminta menyiapkan dokumen sesuai dengan jalur pendaftaran yang dipilih untuk diunggah.

    1. Jalur Domisili (Lulusan SD Luar Kota Mojokerto):
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Scan Akta Kelahiran
    • Foto calon peserta didik di depan rumah yang menunjukkan titik koordinat domisili
    1. Jalur Afirmasi, Prestasi, Mutasi, Kelas Olahraga, dan Hafidz Qur’an (Golden Ticket):
      Dokumen utama:
    • Scan KK
    • Scan Akta Kelahiran

    Dokumen tambahan sesuai jalur:

    • Prestasi: Sertifikat Kejuaraan
    • Afirmasi: Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau bukti kepesertaan PKH
    • Mutasi: Surat Keputusan Mutasi Orang Tua
    • Kelas Olahraga: Sertifikat Kejuaraan Olahraga
    • Golden Ticket: Sertifikat Hafidz Al-Qur’an

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kontak yang tercantum pada flyer resmi SPMB SMPN 2 Mojokerto.

  • HASIL SURVEI PELAYANAN SMP NEGERI 2 MOJOKERTO TAHUN 2024

    HASIL SURVEI PELAYANAN SMP NEGERI 2 MOJOKERTO TAHUN 2024

    Dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal kepada peserta didik, orang tua, serta seluruh warga sekolah, SMP Negeri 2 Mojokerto secara konsisten melaksanakan survei kepuasan pelayanan publik setiap triwulan sepanjang tahun 2024. Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh sekolah, serta sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

    Hasil Survei Tiap Triwulan Tahun 2024:

    🔹 Triwulan 1 (Januari s.d. Maret 2024)

    • Jumlah NRR IKM Tertimbang: 3,26

    • Skor IKM (NRR x 25): 81,50

    🔹 Triwulan 2 (April s.d. Juni 2024)

    • Jumlah NRR IKM Tertimbang: 3,23

    • Skor IKM (NRR x 25): 80,75

    🔹 Triwulan 3 (Juli s.d. September 2024)

    • Jumlah NRR IKM Tertimbang: 3,34

    • Skor IKM (NRR x 25): 83,50

    🔹 Triwulan 4 (Oktober s.d. Desember 2024)

    • Jumlah NRR IKM Tertimbang: 3,37

    • Skor IKM (NRR x 25): 84,25

    Analisis dan Peningkatan

    Dari hasil survei tersebut, tampak adanya tren positif dalam peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan sekolah, terutama pada triwulan ketiga dan keempat. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan dari pihak sekolah dalam berbagai aspek layanan, seperti ketepatan waktu, sikap petugas, kualitas informasi, serta sarana dan prasarana penunjang.

    Beberapa unsur pelayanan mendapatkan nilai tinggi secara konsisten, mencerminkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja sekolah. Perbaikan yang dilakukan oleh sekolah dari waktu ke waktu terbukti berdampak signifikan terhadap persepsi masyarakat.

    Komitmen Sekolah

    SMP Negeri 2 Mojokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan responsif terhadap kebutuhan warga sekolah. Seluruh hasil survei ini akan dijadikan sebagai dasar perencanaan program kerja sekolah ke depan, agar dapat menjawab ekspektasi masyarakat dengan lebih baik.

    Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam pengisian survei ini. Umpan balik yang diberikan sangat berarti bagi kemajuan layanan pendidikan di SMP Negeri 2 Mojokerto.

  • Visi Misi Calon Ketua Osis & Wakil Ketua OSIS SPENDA 2024/2025

    Paslon pertama

    Jerix Satria Fedyansa (8I) dan Ananda Cheisya Ayudha (7B)

    Visi

    “Mewujudkan organisasi dan sekolah yang berkreativitas serta inovatif dalam mengembangkan minat dan bakat, serta menciptakan organisasi OSIS sebagai organisasi yang bernalar kritis, kreatif, disiplin, bertanggung jawab.”

    Misi

    1. Menjalankan kegiatan pentas seni untuk memamerkan penampilan dari siswa yang berminat dan bertalenta.

    2. Menciptakan organisasi OSIS lebih kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap sesama siswa.

    3. Meningkatkan potensi berkembangnya promosi serta minat dalam ekstrakurikuler yang ada.

    4. Mendorong siswa untuk menciptakan karya yang inovatif dan kreatif untuk wadah kesusksesan sebuah talenta.

    5. Menciptakan generasi yang berkarakter dan mampu bernalar kritis dalam menyampaikan argumentasi maupun pendapat.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Paslon kedua

    Aqila Baihaqi Nur (8H) & Kirana Nabila Prameswari (7F)

    Visi

    “Mewujudkan lingkungan SMPN 2 Kota Mojokerto menjadi yang bersih, sopan dan santun. Serta menjadikan OSIS sebagai wadah menyalurkan minat dan bakat dengan pribadi yang berakhlak mulia dan berjiwa Pancasila.”

    Misi

    1. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    2. Menumbuhkan kesadaran diri siswa peduli terhadap lingkungan, sopan, santun, dan berjiwa nasionalisme.

    3. Mengembangkan kreativitas, bakat minat siswa melalui ekstrakurikuler dan kegiatan yang positif.

    4. Meningkatkan minat baca literasi yang tinggi.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Paslon ketiga

    Yefa Nadin Kanaya (8E) & Abimanyu Akmal Pranaja (7C)

    Misi

    “Menjadikan OSIS sebagai wadah yang inspiratif untuk pengembangan diri siswa, serta menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan berprestasi agar SMPN 2 Kota Mojokerto dapat dikenal sebagai sekolah yang memiliki lingkungan belajar positif.”

    Visi

    1. Meningkatkan ketakwaan dan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

    2. Meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan.

    3. Meningkatkan etika dan sopan santun siswa.

    4. Menghilangkan segala bentuk kekerasan atau perundungan.

    5. Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa.

  • PERINGATAN PERISTIWA G30S/PKI

    Oleh : Amang Darmawan

    Apa itu G30S/PKI?
    G30S/PKI adalah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965, ada upaya kudeta yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam peristiwa ini, sejumlah jenderal TNI AD dibunuh dan dimasukkan ke dalam Lubang Buaya di Jakarta.

    Kenapa peristiwa ini penting?
    Peristiwa ini menjadi titik balik dalam sejarah politik Indonesia dan mengakibatkan pembubaran PKI serta perubahan besar dalam pemerintahan Indonesia. Hingga hari ini, kita mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa tersebut.

    Apa yang kita pelajari?

    Kewaspadaan terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
    Pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
    Menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.
    Peringatan peristiwa G30S/PKI biasanya diadakan setiap tahun pada tanggal 30 September sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan revolusi.

    Mari kita selalu waspada dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila!

  • UPT SMPN 2 KOTA BERHASIL MENGANALISIS PEMBELAJARAN DAN ASESMEN KURIKULUM MERDEKA

    Oleh: Marjuki
    Universitas Qomatuddin Gresik
    Fasilitator Program Sekolah Penggerak

    Pak Mulib, S.Pd., M.Pd, selaku Kepala UPT SMPN 2 Kota Mojokerto melihat Rapor Pendidikan terkait keterampilan guru dalam memfasilitasi pembelajaran perlu ditingkatkan. Di samping itu juga ada Panduan Pembelajaran dan Asesmen terbaru, yaitu tahun 2024. Oleh karena itu, tidak perlu menunggu waktu lama, beliau bergegas menyelenggarakan Bimtek Penguatan Pembelajaran dan Asesmen. Pada hari Sabtu, 21 September 2024 menjadi pilihan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan memfalitasi pembelajaran dan asesmen sesuai panduan terbaru.

    Pada tahap awal, kita menyadari bahwa hasil tes PISA (Pogramme for Student Assessment) negara kita sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Betapa tidak. Kompetensi literasi siswa, Indonesia dari hasil tes PISA tahun 2009, peringkat 8 dari bawah. Pada tahun 2012, peringkat 2 dari bawah. Pada tahun 2015, peringkat 8 dari bawah. Pada tahun 2018, peringkat 5 dari bawah. Jadi. hasil belajar anak-anak kita masih jauh api dari panggang. Kita tidak perlu lagi menyalahkan siapa, tetapi kita bertekad untuk memperbaiki banyak hal. Misalnya; Kompetensi, kapasitas, komitmen, tanggung jawab, rasa memiliki, motivasi, dst. Cara cerdas pak Mulib perlu, diapresiasi dengan dua jempol. Dengan cara gercep, sat-set, wat-wet mengadakan bimtek penguatan pembelajaran dan asesmen.

    Data hasil tes PISA Tahun 2009, 2012, 2015, dan 2018 mampu menggugah kesadaran kita. Hal ini juga dimantapkan dengan data hasil tes AN (Asesmen Nasional) tahun 2021. Terdapat 1 dari 2 anak belum mencapai kompetensi minimum literasi. Dengan kata lain, terdapat 50℅ anak belum mencapai kompetensi minimum literasi. Tedapat 2 dari 3 anak belum mencapai kompetensi minimal numerasi. Dengan kata lain, terdapat 66,67℅ belum mencapai kompetensi minimum numerasi. Jadi, data kita dari tes PISA dan dari hasil AN 2021, sangat miris sekali.

    Kita sadar sesadarnya bahwasannya rerata hasil belajar anak-anak masih jauh dari harapan. Peringkat hasil tes PISA jauh di bawah negara-negara lain, di Asia Tenggara dan negara-negara dunia apalagi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), kita tambahkan jauh di bawahnya. Hal ini tentu saja bukan menjadi ratapan, akan tetapi menjadi refleksi bersama. Beberapa akar masalah yang menjadi penyebab utama dapat dilihat dari sulinjar (Survei lingkungan belajar) AN (Asesmen Nasional) tahun 2021. Pada AN tahun 2021, dinyatakan bahwa pendidik kurang baik dalam manajemen kelas dan aktivasi kognitif; masih perlu perbaikan cara mengatur atensi murid-murid dalam kelas; sebanyak 67℅ pendidik masih kurang dalam aspek aktivasi kognitif; dan banyak pendidik merasa situasi di sekolah baik, tetapi murid tidak merasakan itu.

    Dari uraian di atas, tampak jelas bahwa pembelajaran di kelas belum mampu membuat anak senang belajar. Anak belum nyaman belajar. Anak belum termotivasi belajar. Pendidik lebih banyak memberikan nasihat untuk belajar daripada memberi motivasi. Pendidik maunya motivasi, ujung-ujungnya menasihati. Pembelajaran selama ini belum dapat memunculkan motivasi diri anak, belum dapat membuat anak senang belajar, dan belum dapat membuat anak semangat belajar. Pendidik merasa selama ini di kelas merasa baik-baik saja, ternyata anak tidak merasakan hal itu (Sulinjar AN, 2021).

    Uraian di atas, jika dikonfirmasi, kira-kira data siapa yang paling jujur dan akurat. Kita tidak sedang mencari siapa yang salah? Kemugkinan besar perbedaan terjadi bisa dilihat dari cara mengisi data.

    Siswa memberikan dan mengisi data dari apa yang dirasakan, apa yang dialami, apa yanh dilihat, dan apa yang didengar? Sementara pendidik memberikan dan mengisi data dari apa yang dipikirkan?

    Dengan demikian kita dapat melihat, mana yang lebih objektif, dan mana yang lebih faktual. Akhirnya kita tahu jawabannya. Kita juga tahu penyebabnya. Kita juga pernah membaca ada pernyataan, bahwa saat ini banyak anak yang bersekolah, tetapi sedikit yang belajar. Jawabannya adalah anak sesungguhnya belum belajar. Apakah anak berangkat ke sekolah? Ya. Apakah anak masuk sekolah dan pulang tepat waktu? Ya. Apakah anak membawa buku dan alat tulis? Ya. Apakah anak mengikuti pembelajaran pendidik?

    Ya. Mengapa hasil belajarnya masih rendah, bahkan sangat rendah. Ternyata anak belum belajar secara mental dan fisik. Mungkin belajar secara fisik atau motorik lebih dominan. Mentalnya, kognitifnya belum banyak dilibatkan.

    Pertanyaannya, pembelajaran dan asesmen seperti apa yang dapat melibatkan anak belajar secara fisik maupun mental?

    Pembelajaran dan asesmen seperti apa yang dapat membuat anak senang belajar, anak dapat memunculkan motivasi diri untuk belajar, dan anak ketagihan belajar? Sungguh beruntung, SMPN 2 Kota Mojokerto lebih dulu menyadari dan bergegas mengadakan Bimtek Penguatan Pembelajaran dan Asesmen dalam Implementasi Kurikulum Merdeka sesuai Panduan tahun 2024.

    Jangan lelah berinovasi. Tetap bersemangat mencari solusi. Jadilah pembelajar mandiri sepanjang hayat yang selalu menginspirasi. Sukses selalu.

    Gresik, 29 September 2024