Senin, 29 Juni 2026
Kegiatan In House Training (IHT) Review Kurikulum SMPN 2 Mojokerto dan Persiapan Tahun ajaran 2026-2027 diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SMPN 2 Mojokerto. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan wali murid dan beberapa murid.
Sebelum acara hadirin berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan hikmat dipimpin Bu Linda Wulandari, S.Pd.Bu Berliana Arima, S. Kep, memandu acara pada hari ini. Doa dipimpin oleh Pak Mahmudin, S.Pd. selaku guru agama. Dengan lantunan doa tersebut, semoga acara berjalan lancar tanpa halangan suatu apa pun.
“Acara ini adalah agenda rutin yang dilakukan setiap awal tahun ajaran. Sebagai pertimbangan sekolah untuk merevisi atau memperbaiki kinerja dan program sekolah. Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu wali murid, juga anak-anak yang hari ini meluangkan waktunya untuk mengikuti acara,” ujar Kepala Sekolah.
“Tantangan kita untuk mempersiapkan generasi emas 2045 adalah ponsel. Anak-anak di bawah 17 tahun dibatasi waktu interaksi dengan screen tidak lebih dari 2 jam. Inilah pertimbangan sekolah membuat kebijakan tidak boleh membawa ponsel di sekolah. Kebijakan yang harus dilanjutkan dan kebijakan yang harus disesuaikan nanti akan kita bahas pada acara review kurikulum hari ini,” lanjutnya.
Pemateri selanjutnya, Bu Emy Adam, M.Pd. memandu semua audien untuk mengisi survei sesuai kondisi sekolah. Dari survei tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam menyusun review kurikulum untuk tahun ajaran 2026-2027.
Salah satu wali murid menyampaikan usulannya, “Bagaimana persiapan sekolah untuk anak-anak menghadapi TKA?”.
“Kami sudah ada wadah musyawarah antara guru mapel baik di sekolah maupun di tingkat Kota Mojokerto yang selalu dalam bimbingan Dinas Pendidikan yang menelaah kisi-kisi bahan materi dari TKA. Jadi untuk persiapan TKA insyaallah sudah disiapkan secara terstruktur,” jawab Waka Kurikulum, Bu Siti Nafsitah.
Bapak Mulib, kepala sekolah, menambahkan,”Kunci dari TKA adalah suka membaca karena dari membaca kalian dapat mengasah logika.”
“Dengan adanya kebijakan tidak boleh menggunakan hape di sekolah semakin meningkatkan interaksi teman-teman di sekolah. Masalah bullying, teman-teman yang mengalami biasanya pada area yang tidak ada cctv dan jauh dari keramaian. Bagaimana upaya sekolah agar meningkatkan peran agen perubahan dan tim tpppk?” tanya Abimanyu, murid kelas 8.
“Kami akan mengupayakan itu, tapi kembali lagi bagaimana kita bekerjasama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman,” ungkap Pak Mulib.
Wali Murid menyampaikan usulan.Usulan dari wali murid dan murid sangat membantu sekolah dalam menyusun Program Kurikulum tahun ajaran 2026-2027. (Fifin Misfasiroh)


Tinggalkan Balasan