Rabu, 8 Juli 2026
Wali murid kelas 7 menghadiri sosialisasi MPLS Ramah Anak di aula sekolah. Acara dibagi menjadi dua sesi. Dalam kegiatan tersebut kepala sekolah, Bapak Mulib, S,Pd, M.P.d memperkenalkan guru-guru pendamping gugus dan Waka Kesiswaan, Humas, Kurikulum dan Sarpras. Wali murid mendapat informasi mengenai kegiatan selama MPLS.
“Menurut penelitian anak-anak yang sukses di masa depan adalah mereka yang melalukan pekerjaan rumah sendiri, baik itu: menyapu, mencuci piring, membersihkan kamar dan lain-lain. Hal tersebut melatih mereka mandiri, peduli lingkungan dan punya inisiatif,” ujar Pak Mulib.
Beliau juga menekankan agar murid-murid tahu soal numerasi dan literasi. Apalagi zaman sekarang generasi muda tidak suka membaca dan sibuk bermain hape.
“Tantangan generasi muda indonesia untuk menyambut Indonesia Emas 2045 adalah hape atau gadget. Komdigi sudah membatasi penggunaan hape bagi anak-anak di bawah umur. Oleh karena itu butuh sinergi antara sekolah dan orang tua agar murid tidak kecanduan bermain hape,” imbuhnya.
Dalam sosialisasi tersebut ada sesi tanya jawab dengan wali murid.
“Anak-anak apakah boleh memakai sepatu yang ada dulu?” tanya salah satu wali murid.
“Boleh memakai sepatu waktu SD untuk sementara, menunggu sepatu yang sesuai datang. Bapak-ibu wali murid tidak diharuskan membeli atribut di sekolah, tetapi mohon dilengkapi atribut yang sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
Selama MPLS anak-anak memakai seragam saat SD atau MI. Melalui sosialisasi ini sekolah dan wali murid menyamakan perspesi dan berkomitmen mewujudkan pelaksanaan MPLS yang ramah, bebas dari perundungan, serta mengedepankan nilai-nilai karakter, kedisplinan, dan kebersamaan.


Tinggalkan Balasan