Blog

  • MPLS “RAMAH” SMP NEGERI 2 MOJOKERTO 2025

    Senin, 14 Juli 2025

    Hari pertama masuk sekolah peserta didik tahun ajaran baru 2025/2026. Sebanyak 256 siswa baru SMP Negeri 2 Mojokerto mengikuti kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Terlihat wajah antusias di antara mereka. Acara pembukaan MPLS diadakan di lapangan sekolah. Pak Mulib selaku kepala sekolah mengucapkan selamat datang di SPENDA kepada peserta didik.

    Tahun ini ada yang berbeda, sebelum peserta didik masuk kelas masing-masing, mereka disuguhi pertunjukan barongsai yang pemainnya dari siswa SPENDA.

    Tujuan dari kegiatan MPLS agar peserta didik mengenal lingkungan sekolah, sarana prasarana, menanamkan karakter baik dan unggul serta 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia.

    Kegiatan ini berlangsung selama lima hari dan ditutup dengan kegiatan Perjusa.

  • Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

    Rabu, 9 Juli 2025

    Pukul 09.00, wali murid kelas 7 mengikuti kegiatan “Sosialisasi Sekolah Ramah Anak” yang diadakan SMP Negeri 2 Mojokerto. Bapak-ibu guru wali kelas serta Waka Kesiswaan, Waka Kurikulum dan Waka Prasarana turut serta dalam acara tersebut. Acara dipandu oleh Bu Ning Laila selaku guru BK. Beliau memberi pengantar mengenai apa itu Sekolah Ramah Anak.

    Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Bapak Kepala Sekolah, Mulib S.Pd, M.Pd mengenai pentingnya kegiatan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak.

    “Sekolah ramah anak bisa diartikan secara sederhana sekolah yang nyaman buat anak,” ungkapnya.

    Beliau juga menyampaikan kebijakan sekolah yang mendukung program Sekolah Ramah Anak. Yakni peserta didik SPENDA tidak diperkenankan membawa hape ke sekolah. Pak Mulib merujuk data dari badan kesehatan: konsentrasi anak-anak menurun kalau terus menerus melihat hape. Hal tersebut disebut tepuk tangan dan anggukan dari hadirin yang setuju dengan fenomena tersebut.

    “Sekolah memfasilitasi hape di ruangan TU untuk digunakan anak-anak menghubungi orang tua, ketika mau dijemput atau memesan ojek online,” imbuhnya.

    Wali murid kelas 7 mendapat informasi mengenai kegiatan MPLS untuk peserta didik baru, daftar ulang siswa serta seragam dan atribut sekolah. Kepala sekolah tak lupa mengajak para orang tua untuk mendukung gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yakni: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

    Para orang tua diberi kesempatan untuk bertanya kepada kepala sekolah, salah satu pertanyaannya: apa upaya sekolah untuk mencegah adanya bullying di sekolah.

    “Sekolah sudah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta merekrut anak-anak untuk ikut agen perubahan untuk sosialisasi pencegahan bullying kepada teman mereka. Kami berupaya untuk menekan sampai tercipta zero bullying,” tutur Pak Mulib.

    Sekolah juga melibatkan narasumber berpengalaman dari luar untuk memberi sosialisasi mengenai Sekolah Ramah Anak.

  • Mari Pahami Kurikulum Kita! KSP SMPN 2 Mojokerto Sudah Terbit

    Halo warga SMPN 2 Mojokerto! šŸ‘‹

    Sebagai bentuk komitmen kami terhadap transparansi pendidikan, kami dengan bangga mengumumkan bahwa dokumen lengkap Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2025/2026 kini sudah dapat diakses oleh publik.

    KSP adalah peta jalan pendidikan kita. Di dalamnya, Anda bisa menemukan informasi detail mengenai:

    • Struktur Kurikulum yang berlaku.

    • Proses pembelajaran dan penilaian di sekolah.

    • Program unggulan dan ekstrakurikuler.

    Kami mengajak Bapak/Ibu orang tua/wali dan seluruh stakeholder untuk mengunduh dan memahami dokumen ini. Dengan pemahaman yang sama, mari kita sukseskan pendidikan putra/putri kita!

    āž”ļø Unduh Dokumen KSP di Sini: [Link Download KSP]

  • Asesmen Diagnostik Peserta Didik Baru SPENDA

    Selasa, 8 Juli 2025

    Pukul 08.00, peserta didik baru memasuki kelas masing-masing didampingi bapak-ibu guru. Hari ini mereka mengikuti Tes Asesmen Diagnostik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhan peserta didik sehingga menciptakan pembelajaran efektif dan tepat sasaran.

    Manfaat dari Tes Asesmen Diagnostik : membuat pembelajaran terpusat pada murid, meningkatkan efektivitas pembelajaran, membantu murid yang mengalami kendala dalam pembelajaran, dan mengembangkan kurikulum yang lebih baik.

    Jenis-jenis Asesmen Diagnostik:

    Asesmen Diagnostik Kognitif:Ā MengukurĀ pengetahuan dan pemahaman muridĀ terhadap materi pelajaran.

    Contohnya: tes, kuis, proyek, dan portofolio.

    Asesmen Diagnostik Non-kognitif:Ā MengukurĀ aspek non-akademikĀ seperti minat, bakat, motivasi, dan gaya belajar murid.

    Contohnya: observasi, wawancara, dan survei.

     

  • Review KSP dan Penerapan Deep Learning UPT SMP Negeri 2 Mojokerto

    Selasa, 1 Juli 2025

    Guru-guru SMP Negeri 2 Mojokerto melaksanakan kegiatan In House Training KSP dan Penerapan Pembelajaran Deep Learning. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan wali murid serta beberapa murid.

    Review KSP adalah proses evaluasi dan perbaikan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang telah dilaksanakan di sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menilai efektivitas kurikulum, mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan, serta membuat perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    Pemandu acara kali ini, Bu Ning Naila, S.Pd, hadirin dipersilakan untuk berdiri menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Setelah itu, Pak Mahmudin selaku guru agama memimpin doa. Selanjutnya kepala sekolah, Pak Mulib, S.Pd, M.Pd menyampaikan refleksi ketercapaian tujuan satuan pendidikan.

    “Tujuan Kegiatan hari ini kita membedah kurikulum pembelajaran dan standar kompetensi kelulusan peserta didik. Mulai tahun ini ada perubahan yang sebelumnya menggunakan P5 menjadi delapan dimensi kelulusan,” ungkapnya.

    Pak Mulib menambahkan kegiatan Review KSP juga untuk melihat potensi sekolah, mengembangkan kemampuan murid dan membenahi yang belum sempurna.

    Kepala sekolah juga bertanya kepada peserta didik mengenai perasaan mereka selama tidak membawa hape keĀ  sekolah. SMP Negeri 2 Mojokerto menjalankan program “Lingkungan bebas hape” yang sudah dilaksanakan mulai tanggal 31 Januari 2025. Hal ini bertujuan agar mereka lebih banyak berinteraksi dengan murid lain dan mengurangi screen time melihat hape.

    “Awalnya nggak enak. Kami nggak mau dan menolak. Lama-kelamaan kami bisa beradaptasi dengan kebijakan tersebut,” kata Baihaqi murid kelas 8.

    “Kita bisa berinteraksi lebih banyak dengan teman sekelas. Bermain dan belajar bersama,” ujar Vanessa murid kelas 7.