Selasa, 5 November 2024
Anak-anak kelas 7 mendapat materi mengenai tindakan jujur dan dampak dari mencontek atau plagiasi.
Mereka melihat video mengenai bagaimana sulitnya ujian masuk universitas negeri di negara cina. Walaupun begitu tidak mengurangi peserta yang mendaftar tiap tahun. Negara cina sangat mengutamakan pendidikan rakyatnya, sehingga mengamankan dengan ketat jalannya ujian. Bahkan tidak segan-segan menghukum peserta ujian yang ketahuan mencontek dengan kurungan penjara tujuh tahun.
Setelah itu peserta didik berdiskusi bersama kelompoknya kasus plagiasi atau mencontek yang diberikan fasilitator. Kasusnya seperti: Siswa yang ketahuan mencontek di kelas, tuduhan plagiasi lagu APT karya Rose, Pabrikan Nike menuduh Puma meniru desain sepatu mereka dan Sinetron Indonesia meniru Drama Korea Selatan. Mereka mendisuksikan kasus tersebut untuk didiskusikan dengan pertanyaan pemantik.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa dampak dari kejadian tersebut? Bagaimana mencegah agar kasus tersebut tidak terjadi?
Pada jam ketiga dan keempat tiap kelompok mencari kasus nyata tindakan menyontek atau plagiasi yang terjadi di masyarakat sebanyak tiga kasus. Mereka mendiskusikannya kemudian mempresentasikan ke depan kelas.
Jam kelima sampai ketujuh setiap siswa membuat flyer/slogan dengan aplikasi Canva yang isinya mengajak untuk menegakkan nilai kejujuran dan dampak dari tindakan tidak jujur. Sebelum pulang peserta didik menulis refleksi tentang tindakan jujur dan tidak mencontek atau plagiasi.




Tinggalkan Balasan