Blog

  • SCHOOL VISIT PEMAIN FILM “DESA MATI”

    Jumat, 7 Maret 2025

    SMP Negeri 2 Kota Mojokerto mendapatkan kunjungan dari tamu spesial yakni para pemain film “Desa Mati”. Film tersebut sudah bisa disaksikan di seluruh bioskop di Indonesia sejak hari Kamis, 6 Maret 2025. Salah satu pemain, Aira Lubna, merupakan putra daerah yang masih bersekolah di salah satu SMP swasta di Kota Mojokerto.

    Aira Lubna, membagikan pengalamannya ketika shooting sembari bersekolah. Ia bisa menjadi contoh bagi siswa-siswi yang ada di Mojokerto untuk bisa meraih mimpi mereka.

    Tak hanya sekadar berbincang, peserta didik juga ikut dalam permainan interaktif. Perwakilan dari peserta didik maju ke depan untuk mencoba acting bersama teman mereka. Siswa yang berani unjuk kebolehan mendapat hadiah dari pembawa acara, bisa berfoto bersama para pemain “Desa Mati”.

    Salah satu siswa kelas 8 SMPN 2 Kota Mojokerto berkesempatan berduet dengan penyanyi Chia Mily, yang mengisi soundtrack film “Desa Mati”.

    Empat pemeran lain yang turut hadir dalam promosi film ini: Frislly Herlind, Ehan Brenda, Adila Fitri, dan Viky Diacahya. Kedatangan mereka disambut antusias ratusan siswa SPENDA sejak pagi. Anak-anak semakin heboh ketika saat satu per satu pemeran memperkenalkan diri dan berbagi cerita tentang karakter yang mereka.

    Kepala SMPN 2 Kota Mojokerto, Mulib, menyambut baik kegiatan school visit ini. Ia berharap kehadiran para pemeran film “Desa Mati” bisa menginspirasi para siswa untuk mengejar impian mereka.

    “Kami memberikan ruang untuk mereka berkegiatan di sekolah ini agar anak-anak kami terinspirasi. Mungkin mereka yang punya mimpi untuk jadi ini, jadi itu. Bisa terwujud dengan inspirasi yang dibagi oleh artis yang hadir di sini,” ungkapnya.

    Mulib menambahkan siswa-siswi SMPN 2 Kota Mojokerto memiliki banyak talenta, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di berbagai bidang lain.

    Dengan adanya kunjungan ini, semoga peserta didik lebih termotivasi untuk mengembangkan potensi dan menggapai cita-cita mereka.

    Peserta didik SPENDA berfoto dengan para pemain film “Desa Mati”
    Aira Lubna menceritakan pengalamannya ketika shooting film.
    Siswa Spenda, Lili dan Janeta dari kelas 7C, menunjukkan kemampuan ber-acting.
    Pemain film “Desa Mati” menceritakan karakternya dalam film.

  • Pondok Ramadan SPENDA 2025 #2

    Jumat, 7 Maret 2025

    Hari kedua Pondok Ramadan Spenda

    Sebelum menerima materi peserta didik terlebih dahulu mengikuti Salat Duha berjamaah di musala. Anak laki-laki memakai sarung, kopiah dan baju koko. Sementara anak perempuan memakai gamis serta mukenah. Sebagian peserta didik sudah mengambil wudu dari rumah langsung mengambil tempat.

    Imam salat hari ini, Pak Mahmudin selaku guru agama islam. Seusai salat mereka mendengarkan tausyiah dari Pak Edy, guru agama islam kelas 9. Beliau kemudian membuka sesi tanya jawab untuk yang ingin bertanya mengenai masalah agama dan ibadah selama bulan Ramadan.

    Kegiatan dilanjutkan dengan lomba menulis cerpen dengan tema “Religi”. Para peserta sangat antusias, mereka menulis cerita pendek dengan pena di kertas folio. Lomba bertempat di perpustakaan sekolah. Peserta didik yang lain kembali ke kelas untuk mendapat materi seputar Ramadan. Untuk kelas 9D mengikuti Tadarus Quran didampingi oleh Bu Ning Laila.

    Pak Edi memberikan tausyiah seputar agama dan ibadah di bulan Ramadan.
    Peserta didik kelas 9 mengikuti kegiatan Pondok Ramadan dengan khidmat.
    Peserta didik kelas 9 mengikuti Tadarus Quran.
  • SISWA SMPN 2 MOJOKERTO MASUK TIM BOLA BASKET PORPROV JATIM 2025

    Kamis, 6 Maret 2025

    Untuk pertama kalinya pelantikan pengurus cabor digelar di mall, tepatnya di “Grand Atrium” Sunrise Mall.  Acara ini dihadiri Sekretaris Pengprov Perbasi Jatim, Abram Nathan, serta Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

    Pengurus Perbasi Kota Mojokerto untuk periode 2025-2029 resmi dilantik. Perbasi Kota Mojokerto juga me-launching tim basket Kota Mojokerto yang akan berlaga di Porprov IX di Malang Raya pada bulan Juli. Ning Ita berdoa semoga tim basket Kota Mojokerto mampu membawa dua medali emas dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

    Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita, memberi suntikan motivasi kepada 38 pemain basket Porprov. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Kota Mojokerto. Salah satunya SMPN 2 Mojokerto, yang mempunyai talenta basket muda berbakat dari tiap jenjang yakni: Ardio kelas 9, Willy kelas 8 dan Ester kelas 7.

    Merupakan suatu kebanggaan bagi warga Spenda mempunyai bibit-bibit berbakat dalam bidang olahraga. Semoga mereka bisa mengharumkan nama Mojokerto.

    “Untuk atlet bola basket harus memiliki semangat perjuangan. Meskipun dalam keterbatasan, harus tetap semangat untuk terus berlatih mengharumkan nama Kota Mojokerto. karena hasil tidak pernah berkhianat terhadap usaha,’’ ungkap Ning Ita.

    Ketua Perbasi Mojokerto, Agus Wahyudi memberikan dorongan semangat dan arahan terbaiknya untuk menjadi juara. Berharap tim bola basket meningkatkan prestasi dalam bulan juli 2025.

    “Ayo semangat meraih minimal 2 medali emas,” ungkapya.

    Selain launching tim Porprov, Perbasi juga menggelar pertandingan antar tim pelajar SMP dan SMA se-Kota Mojokerto. Bertajuk Ramadan League yang akan berlangsung 13 hingga 23 Maret nanti.

    Bapak Mulib, Kepala SMPN 2 Mojokerto berharap tiga pemain basket dari Spenda bisa memberi penampilan terbaik, prestasi yang gemilang dan bisa mengharumkan nama sekolah dan Kota Mojokerto.

    “Bakat memenangkan permainan, tetapi kerja tim dan kecerdasan bisa memenangkan kejuaraan,” tuturnya. (Afandy Kartika Utama)

    Ketua Perbasi Mojokerto, Bapak Agus Wahyudi Utomo memberikan sambutan.
    Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, Ketua Perbasi Mojokerto, Sekretaris Perbasi Jatim.
    Siswa SPENDA, Ardio kelas 9, pemain nomor 2.
    Siswa SPENDA, Ester kelas 7, pemain nomor 22.
    Siswa SPENDA, Willy kelas 8, pemain nomor 9.

     

  • Pondok Ramadan SPENDA 2025

    Kamis, 6 Maret 2025

    Peserta didik mulai kembali masuk sekolah setelah libur awal puasa. Mereka berkumpul di lapangan untuk mengikuti apel pagi. Anak-anak kelas 9 memakai baju busana muslim, sarung dan kopiah. Yang perempuan mengenakan baju gamis. Pak Mulib selaku kepala sekolah memberi sedikit pengarahan soal pelaksanaan Pondok Ramadan dan pentingnya puasa.

    “Bulan puasa adalah momen penting bagi kita umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal. Kalau diibaratkan kalian seperti tokoh pewayangan Gatot Kaca yang sedang digodog dalam Kawah Candradimuka,” tuturnya.

    Setelah itu, kelas 9 menuju musola untuk menunaikan Salat Duha berjamaah dipimpin oleh Bapak Edy selaku guru agama islam. Sementara kelas 7 dan 8 kembali ke kelas mengikuti pembelajaran sebagaimana biasanya. Kemudian anak-anak mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh Pak Edy.

    Acara dilanjutkan dengan lomba azan yang diikuti perwakilan dari masing-masing kelas 9. Mereka terlihat antusias walaupun tampak grogi ketika hendak maju untuk menampilkan penampilan terbaik. Teman-teman mereka menyemangati dengan tepuk tangan.

    Seusai lomba peserta didik kembali ke kelas kecuali kelas 9A yang mengikuti Tadarus Quran di musola.

    Peserta didik melaksanakan Salat Duha berjamaah.
    Peserta didik melaksanakan Salat Duha berjamaah.

     

     

  • Road Show “Jurnalis Mengajar” Radar Mojokerto 2025

    Selasa, 25 Februari 2025

    Di era digital yang terus berkembang, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mengenal media sosial dan memahami cara memanfaatkannya secara positif, khususnya bagi peserta didik Spenda.

    Kegiatan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) ini terelibat langsung dalam upaya untuk mengedukasi siswa Spenda guna meningkatkan kemampuan menulis dan berliterasi. Terlebih, selama mereka memiliki ketertarikan yang baik terhadap ilmu jurnalistik. Mereka masuk dalam ekstrakurikuler sekolah yakni, Jurnalistik SPENDA.

    “Kami berharap kegiatan “Jurnalis Mengajar” ini bisa bermanfaat bagi siswa Spenda untuk menambah wawasan dan keterampilan dalam hal menulis serta jurnalistik,” kata Bapak Mulib.

    Kegiatan ini sangat diperlukan oleh siswa SMPN 2 Mojokerto untuk menambah wawasan tentang literasi dan ilmu jurnalistik. Terlebih, selama ini siswa SMPN 2 Mojokerto dikenal piawai dalam hal menulis. Setidaknya itu dibuktikan melalui sejumlah karya cerita pendek (cerpen) mereka yang pernah dimuat di halaman Radar Mojokerto.  Sebanyak 50 siswa yang mengikuti pelatihan  merupakan anggota ekstrakurikuler “Jurnalistik Spenda” yang berkaitan dengan publikasi sekolah.

    Pelatihan pertama, siswa kelas VII dan VIII membuat konten dan langsung praktik Teknik wawancara door stop. Bersama redaktur JPRM, Moch Chariris, ada dua siswa yang berperan menjadi artis korea yang berkunjung ke sekolah di mana Bung Karno mengenyam pendidikan semasa kecil. Sementara siswa yang lain berperan menjadi konten kreator dan jurnalis.

    “Usahakan dalam membuat konten dikemas secara kreatif, edukatif, dan menghibur. Karena untuk kebutuhan konten masa kini, yang disukai masyarakat adalah yang sifatnya menghibur,” tutur Chariris.

    Tidak hanya praktik konten kreator dan teknik wawancara, ada tambahan materi fotografi jurnalistik dari fotografer JPRM, Sofan Kurniawan. Beliau memberikan materi mengenai jenis-jenis berita dan foto yang dibutuhkan misalnya: hard news dan soft news.

    Jurnalis mengajar ini berlangsung interaktif. Para siswa secara bergilir mengajukan beberapa pertanyaan dan berdiskusi dengan pemateri. (Afandy Kartika Utama)

    Sofan Kurniawan menyampaikan materi fotografi jurnalistik kepada siswa spenda.
    Anak-anak belajar bermain peran sebagai wartawan.
    Pak Amang selaku pembawa acara membuka kegiatan Jurnalis Mengajar.
    Di akhir acara peserta didik bertanya kepada pemateri.