Blog

  • Blessed Gathering “Mencetak Pelajar Tangguh Melalui Iman yang Bertumbuh”

    Jumat, 31 Januari 2025

    Di hari yang sama, anak-anak SPENDA yang beragama Kristen dan Katolik mengikuti ibadah membawa Alkitab, alat tulis, uang cinta kasih dan kue. Mereka memakai baju bebas, sopan dan rapi. Celana kain dan tidak berbahan jins dan baju berkerah. Ibadah ini diikuti siswa SMP Negeri 2 Mojokerto dan SMP Negeri 3 Mojokerto.

    Pukul 06.45, peserta didik berkumpul di Lab IPA untuk mengikuti doa bersama. Bu Esther selaku guru agama kristen kemudian memberikan sambutan. Kemudian dilanjutkan doa bersama.

    Pukul 07.40, anak-anak berkenalan dengan Bu Vivin, lalu dilanjutkan dengan Pray and Worship diiringi dengan musik yang dimainkan peserta didik. Berikutnya, peserta didik mendapat materi pendalaman Alkitab Galatia dari Kak Jeki.

    Bu Vivin memimpin doa syafaat dan dilanjutkan dengan ucapan syukur serta doa dipandu Kak Ema. Anak-anak lalu mengikuti games untuk mengusir kejenuhan. Selanjutya ramah tamah dan diakhiri dengan doa berkat yang dipandu oleh Bu Ester selaku Guru Agama Kristen.

    Peserta didik bersama guru agama kristen berfoto bersama.
    Doa bersama.
    Saling berbagi makanan.
    oplus_2

  • Peringatan Isra’ Mi’raj SMP Negeri 2 Mojokerto 2025

    Jumat, 31 Januari 2025

    Sebelum masuk kelas anak-anak mengumpulkan hape di depan ruang TU dan menandatangani absen. Mereka memakai baju busana muslim, ada yang mengenakan sarung lengkap dengan kopiah. Para perempuan memakai baju gamis dengan pasmina. Cuaca mendung, gerimis sempat turun sebentar sebelum akhirnya reda.

    Pukul 06.45, seluruh siswa SPENDA berkumpul di lapangan membawa kue atau makanan masing-masing. Pak Edy memimpin pembacaan doa dan tahlil yang ditujukan kepada siswa SMP Negeri 7 Mojokerto yang terkena musibah kecelakaan air di Jogjakarta. Acara dibuka pembawa acara yakni Vanesya dari kelas 7D dan Kirana dari kelas 7F.

    Penampilan pertama dari Samroh Mahabaturrasul, dilanjutkan penampilan kedua dari Banjari Syifa’ul Qulub. Kemudian, hadirin dihibur oleh lagu religi yang dinyanyikan Claudya kelas 8E, berjudul “Deen Assalam”. Lagu kedua “Ya Asyiqol Musthofa” dibawakan oleh Khanza dari 8F.

    Kedua penyanyi tersebut berduet dalam tembang berjudul “Kisah Sang Rosul”. Suguhan terakhir dibawakan oleh Salsabila kelas 7C dan Sita kelas 7C dengan judul “Ya Maulana”.

    Sampailah ke acara inti, Khodijah selaku pembawa acara menyapa hadirin. Acara selanjutnya pembacaan ayat Al Quran oleh Sabrina kelas 7H dan Tilawah oleh Natasya kelas 9C. Selanjutnya pembacaan Mahalul Qiyam yang dipimpin grup shalawat Banjari “Syi’faul Qulub”

    Para hadirin berdiri ketika shalawat kepada Nabi Muhammad SAW berkumandang.

    Kemudian Pak Mulib selaku kepala sekolah memberikan sambutan dan mengapresiasi para penampil acara.

    “Semoga acara ini menjadi momentum bagi kami semua utamanya anak-anak SMP 2 Mojokerto menjadi lebih beriman dan bertaqwa. Senantiasa melaksanakan nilai-nilai agama islam,” tuturnya.

    Penampilan spesial Dai Remaja dari Spenda, Almira Putri kelas 8J. Ia menyampaikan kepada teman-temannya tentang pentingnya salat dan peristiwa Isra’ Mi’raj.

    “Banyak dari kita merayakan Isra’ Mi’raj, tapi salatnya masih bolong-bolong berarti kita tidak memaknai Isra’ Miraj dengan benar. Seharusnya kita semakin giat beribadah, khususnya kita sebagai siswa,” imbaunya.

    Almira juga mengajak agar siswa-siswi SPENDA sebagai generasi penerus bangsa mencontoh dan meneladani kebaikan kanjeng nabi. Ia juga berpesan kepada segenap hadirin untuk selalu menjaga salat, karena salat adalah tiang agama.

    Acara inti yakni Mau’idhotul Hasanah yang disampaikan oleh Ustaz Zudi Sarwojati dari Jombang.

    “Dua hal penting yang harus ada dalam dirimu kalau mau sukses. Yang pertama jangan pernah mengabaikan kedua orang tua, kalau kamu melawan orang tua hidup kalian tidak akan lancar.

    Yang kedua, Jangan pernah berani dengan guru, kalau mau ilmu kalian bermanfaat dan berkah,” imbaunya.

    Ustaz Zudi juga mengajak anak-anak bershalawat bersama. Terakhir beliau berpesan agar senantiasa menjaga salat. Salat menjadi penentu manusia di hari kiamat, manusia masuk surga atau neraka. Yang dihisab terlebih dahulu adalah amalan ibadah salat.

    “Salat adalah ibadah yang paling utama. Sebanyak apa pun amal kita percuma kalau meninggalkan salat,” tukasnya.

    Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustaz Zudi Sarwojati. Setelah itu anak-anak kembali ke kelas, mengambil hape masing-masing dan pulang.

    Foto bersama Kepala Sekolah, Guru Agama lslam, pengisi acara dan Ustaz Zudi Sarwojati.
    Ustaz Zudi Sarwojati memberikan tausiyah.
    Penampilan ekstrakurikuler Samroh SMP Negeri 2 Mojokerto.
    Para hadirin bershalawat dipimpin oleh Banjari Syifa’ul Qulub
    Peserta didik mengumpulkan hape ke dalam kotak.

  • Doa Bersama & Tahlil untuk SMP Negeri 7 Mojokerto

    Kamis, 30 Januari 2025

    Sebelum masuk kelas, anak-anak SPENDA berkumpul di lapangan sekolah didampingi bapak-ibu guru serta kepala sekolah. Mendung sudah sejak tadi bergelayut di langit. Tidak menyurutkan semangat peserta didik untuk mengikuti acara “Doa Bersama & Tahlil untuk SMP Negeri 7 Mojokerto”.

    Selasa (28/1) Siswa SMP Negeri 7 Mojokerto yang mengikuti kegiatan Outing Class di Jogjakarta mengalami musibah. Sebanyak 13 Siswa hanyut terseret ombak Pantai Drini. 4 siswa meninggal dunia dan 9 siswa menjalani perawatan di rumah sakit.

    Kegiatan ini dipimpin oleh Pak Edy selaku guru agama islam. Kepala sekolah, bapak-ibu guru dan siswa SPENDA khusyuk melantunkan tahlil untuk siswa SMP 7 yang berpulang ke rahmatullah. Tidak lupa mereka mendoakan agar siswa yang selamat agar lekas sembuh dan bisa kembali bersekolah.

    Seusai kegiatan, Pak Mulib, kepala sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto memberikan sosialisasi kepada peserta didik: mulai hari Jumat anak-anak tidak diperkenankan memakai hape selama pelajaran berlangsung.

    “Beberapa sekolah melarang siswa membawa handphone (HP). Larangan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, keamanan, dan ketertiban di sekolah,” ungkapnya.

    Beberapa manfaat larangan siswa membawa HP ke sekolah: Meningkatkan nilai akademis, Mengurangi perundungan, Membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif, Membantu siswa menghindari distraksi, Membantu siswa menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

    Beliau juga menyampaikan dampak negatif membawa HP: Mengganggu konsentrasi belajar, Membuat siswa malas belajar, Melupakan tugas dan kewajiban, Berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku, Berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan privasi.

    Terakhir, Pak Mulib berpesan agar besok anak-anak tidak lupa memakai baju muslim dan membawa makanan untuk acara “Peringatan Isra Mi’raj”.

    Anak-anak kembali ke kelas masing-masing. Tim Osis kemudian berkeliling ke tiap kelas menggalang dana untuk donasi kepada korban kecelakaan air siswa SMP Negeri 7 Mojokerto. (Afandy Kartika Utama)

    Siswa-siswi SPENDA bersama bu guru khusyuk berdoa.
    Pak Edy memimpin pembacaan doa serta tahlil.
    Pak Mulib menyampaikan sosialisasi.
    Tim OSIS menggalang donasi untuk siswa SMP Negeri 7.

     

     

     

     

     

  • Study Wisata SPENDA “Goes to Jogjakarta” 2025

    Jumat, 24 Januari 2025

    Pukul 21.00 peserta didik tiba di sekolah diantar oleh wali murid. Bus berjajar dengan rapi, wali kelas sibuk mengabsen kehadiran peserta didik. Barang-barang peserta dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Setelah semuanya siap, bus berangkat menuju kota tujuan. Anak-anak kelas 8 bersemangat mengikuti kegiatan dan ada yang berkaraoke. Beberapa jam kemudian mereka tidur lelap ditemani lagu pelan yang diputar supir.

    Keesokan harinya mereka sampai di Jawa Tengah. Pukul 04.00 para peserta didik menjalankan salat Subuh berjamaah bersama bapak-ibu guru wali kelas. Kemudian, peserta didik sarapan pagi di Warung Simbok yang ada di darah Gunung Kidul. Pukul 07.00-09.00, mereka menikmati keindahan kawasan Malioboro, sekalian berbelanja oleh-oleh. Terlihat Jalanan Malioboro banyak berubah dibanding dulu, sekarang lebih rapi dan bersih.

    Pukul 09.00, anak-anak kelas 8 mengunjungi Wisata Taman Pintar. Terdapat banyak permainan menarik dan mendidik di taman ini. Di antaranya : Koridor Air, ada Parabola Berbisik, Dinding Berdendang, Pipa Bercerita, Cakram Spektrum Warna, Air Menari, Forum batu, Tapak pintar, Desaku Permai, Sistem Katrol, Rumah pohon, Jembatan Goyang, Jungkat-jungkit, dan Istana Pasir.

    Permainan-permainan tersebut dirancang untuk meningkatkan minat anak terhadap sains.

    Pukul 12.00, anak-anak berkunjung ke toko bakpia patok. Bakpia pathok adalah salah satu oleh-oleh khas yang ada Yoygakarta. Selanjutnya, peserta didik mengikuti Lava Tour Merapi, mereka menaiki mobil jeep sambil memakai jas hujan. Cuaca hari itu sedikit mendung, gerimis membasahi bumi. Setelah puas berwisata mereka kembali pulang ke Mojokerto.

    Studi wisata kali ini tidak hanya mengajak anak kelas 8 bermain, tapi belajar banyak hal di luar kelas.

    Bapak-ibu wali kelas dan peserta didik berfoto bersama.
    Peserta didik menaiki mobil Jeep. 
    Peserta didik kelas 8 menikmati sarapan di Pawon Simbok.
    Bapak-ibu wali kelas pendamping.
    Mengunjungi kawasan Malioboro.

     

  • Karya Wisata SPENDA “Goes to Kebun Raya Purwodadi & Jatim Park 1”

    Kamis. 23 Januari 2025

    Pukul 05.00, bus pariwisata sudah terparkir di depan SMP Negeri 2 Mojokerto. Peserta didik sampai di sekolah sebelum jam 06.00 pagi. Hari ini Siswa kelas 7 mengikuti studi wisata ke Kebun Raya Purwodadi.

    Kebun Raya Purwodadi merupakan Balai Konservasi Tumbuhan yang bernaung di bawah dan bertanggung jawab kepada Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia).

    Sebanyak 248 siswa dari 9 kelas yang terdiri atas 7A (31 anak), 7B (19 anak), 7C (27 anak), 7D (29 anak), 7E (31 anak), 7F (28 anak), 7G (25 anak), 7H (32 anak), dan 7I (27 anak) mendapatkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) masing-masing untuk dikerjakan.

    Bambang Sukoco, S.Pd. selaku guru IPS memberikan tugas tentang sejarah berdirinya Kebun Raya Purwodadi. Materi populasi, luas kebun, dan diameter pohon menjadi pilihan Supriyo, S.Pd, guru matematika.

    Kebun Raya Purwodadi sangat erat dengan mata pelajaran IPA. Anik Yuli W, S.Pd.sebagai guru IPA memilih materi tentang Kingdom Plantae terbagi menjadi 3 divisi yaitu Bryophyta, Pterydophyta, dan Spermatophyta.

    Tepat jam 08.35 WIB, rombongan peserta didik sampai di tempat tujuan. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 dari siswa kelas 7A, 7B, dan 7C, kelompok 2 dari siswa kelas 7D, 7E, dan 7F, dan kelompok 3 dari siswa kelas 7G, 7H, dan 7I. Masing-masing kelompok dengan pemandu wisata yang berbeda.

    Pak Suef selaku pemandu kelompok 3 menjelaskan, “Paku sarang burung (Asplenium nidus) merupakan tumbuhan epifit yang mempunyai tulang daun menyirip dan mempunyai spora yang terdapat di bawah daun. Paku sarang burung dapat digunakan pada media cangkok tumbuhan lain”.

    “Pak kalau dari divisi Bryophyta itu apa?”, tanya Kayla dari kelas 7H dengan antusias.

    “Lumut hati (Marchantiophyta) termasuk pada divisi Bryophyta dengan manfaat dapat mengobati hepatitis C karena mengandung anti virus. Juga bisa digunakan sebagai media tanam”, jawab Pak Suef.

    Bapak Ibu guru pendamping memberikan waktu 3 jam dalam menyelesaikan LKPD yang diberikan. Para siswa bekerja sama dalam menyelesaikan tugasnya. Di akhir kegiatan mereka menjawab pertanyaan refleksi di LKPD, pertanyaannya adalah “Pelajaran apa yang dapat kalian ambil dari berkunjung ke Kebun Raya Purwodadi ini!”

    “Saya merasa senang dapat mengetahui berbagai macam tumbuhan di Kebun Raya Purwodadi dan saya mendapatkan pengalaman baru dengan berkunjung ke Kebun Raya Purwodadi. Selain itu, saya juga mendapatkan informasi baru yang menarik,” ungkap  Nadila dari kelas 7E.

    Kegiatan belajar di luar kelas dapat menambah wawasan dan pengalaman belajar tersendiri, sehingga membiasakan siswa belajar secara langsung dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan.

    Tak hanya di Kebun Raya Purwodadi, perjalanan kegiatan studi wisata ini dilanjutkan ke Jatim Park 1. Jawa Timur Park 1 merupakan taman hiburan dengan tema pameran adat budaya Indonesia yang dilengkapi dengan pembelajaran Science Center.

    Tak hanya belajar, di Jatim Park 1 para siswa dapat menikmati permainan seru seperti ulat coaster, dragon coaster, keraton hantu dan masih banyak lagi.

    Karya wisata kali ini menggabungkan kegiatan belajar dan bermain. (Fifin Misfasiroh)

    Peserta didik kelas 7 berfoto di Jatim Park 1.
    Wali kelas 7 dan Waka Kurikulum berfoto di Kebun Raya Purwodadi.
    Pak Suef menjelaskan soal tumbuhan Paku Sarang Burung.