Blog

  • SPENDA Pitulasan Menyala! Part Two

    Kamis, 22 Agustus 2024

    Minggu lalu bapak-ibu guru mengikuti lomba SPENDA Pitulasan Menyala. Hari ini giliran peserta didik merasakan keseruan yang sama. Sebelumnya mereka dikumpulkan di lapangan dan berbaris sesuai kelas masing-masing. Bapak-ibu guru yang tergabung dalam tim kesiswaan memberikan arahan terlebih dahulu mengenai lomba.

    Bapak Mulib, Kepala Sekolah, membuka acara dengan sambutan, beliau memberi pesan kepada peserta didik agar menjaga sportifitas dan menampilkan yang terbaik.

    Lomba pertama, estafet kelereng. Peserta didik dalam satu tim berjalan sambil menyeimbangkan kelereng di sendok, lalu dioper ke sendok teman se-tim nya. Beberapa dari peserta kesulitan menjaga kelereng sehingga sering kali jatuh.

    Lomba kedua, estafet hanger. Satu tim terdiri dari 8 orang yang terdiri dari 2 orang membawa tali rafia. Hanger harus digantungkan di tali sampai orang terakhir dekat baskom. Jika hanger jatuh, harus mengulang dari awal.

    Acara dilanjutkan dengan lomba yang hampir selalu ada di setiap perayaan 17-an, balap karung. Segelintir siswa berhasil melompat sampai garis finish. Namun, tak sedikit juga siswa yang terpeleset saat melompat.

    Lomba pamungkas memaksa siswa untuk main basah-basahan. Siswa terdepan mengambil kantong air dan dilempar ke teman yang ada di belakang. Terkadang plastik pecah ketika ditangkap, membuat pakaian basah. Hal tersebut mengundang gelak tawa.

    Di akhir acara, panitia mengundi nomor untuk sejumlah hadiah. Baik siswa maupun guru telah diberi kupon. Hampir semua siswa  antusias mendengarkan, berharap kupon miliknya disebut pembawa acara. Mereka yang beruntung bakal membawa pulang hadiah; snack, alat tulis, tas, kaos, tak lupa hadiah utama berupa kipas angin duduk. (Almira Putri)

    Hadiah undian kupon
    Peserta didik berbaris di lapangan
  • HARI KETIGA P5 SPENDA

    Rabu, 21 Agustus 2024

    Peserta didik mengunggah video keberagaman yang ada di Indonesia ke media sosial masing-masing, dengan caption sekrereatif mungkin dengan hastag #P5BhinnekaTunggalIka #warnawarninusantara dan menandai media sosial SMP Negeri 2 Mojokerto.

    Fasilitator kemudian memberikan materi mengenai kebudayaan daerah meliputi tarian, lagu dan rumah adat. Peserta didik yang sudah berkelompok, lalu membuat deskripsi tentang kebudayaan salah satu provinsi di Indonesia, menggunakan aplikasi Canva. Setelah itu mereka mempresentasikan ke depan kelas.

    Sehabis istirahat pertama, masing-masing ketua kelas mengambil undian di ruang guru. Undian tersebut berisi lagu daerah atau nasional yang akan dinyanyikan pada gelar karya bagi kelas 7. Sementara untuk kelas 8 menampilkan tari kreasi “Wonderland” dan senam profil pelajar pancasila. Kelas 9 mengerjakan maket rumah adat daerah di Indonesia. Peserta didik kemudian menjawab soal pertanyaan yang ada di LKPD.

    Saat istirahat kedua, mereka kembali dikumpulkan di depan ruang guru guna mendengarkan arahan dari Kordinator Lomba, Bu Linda. Yang berisi lomba apa saja yang akan diselenggarakan, mekanisme dan peraturan selama acara. Lomba berlangsung dua hari, dari hari Kamis sampai Jumat.

    Masing-masing kelas menunjuk perwakilan untuk ikut serta dalam lomba 17-an di SPENDA.

    Peserta Didik presentasi di depan kelas
    Karya Peserta Didik
    Karya Peserta Didik

     

     

     

     

     

  • HARI KEDUA P5 SPENDA

    Selasa, 20 Agustus 2024

    Peserta didik mengumpulkan karya berupa puisi, cerpen, pantun maupun gambar yang kemarin dibuat ke fasilitator untuk dinilai. Beberapa membawa gambar yang diwarnai dengan crayon atau cat air.

    Guru kemudian memberikan materi mengenai bakti sosial, langkah-langkah pelaksanaan dan pembuatan laporan. Sebelumnya mereka sudah diberitahu terlebih dahulu untuk membawa barang yang layak diberikan.

    Di akhir sesi, peserta didik membuat rancangan kegiatan bakti sosial dan memberikan barang kepada teman atau warga sekolah.

    Materi selanjutnya mereka diajak untuk berdiskusi mengenai studi kasus yang terjadi di lingkungan. Diharapkan mereka bisa menerapkan cara agar bisa menghayati sikap menjunjung tinggi bhinneka tunggal ika.

    Contoh seperti kasus perundungan karena warna kulit di sekolah. Hasil diskusi tiap kelompok dipresentasikan ke depan untuk ditanggapi oleh kelompok lain.

    Kemudian, peserta didik membuat video secara berkelompok mengenai keberagaman di Indonesia. Video pendek tersebut menampilkan semua anggota kelompok menyampaikan informasi kekayaan budaya Indonesia.

    Mereka dibebaskan membuat video sekreatif mungkin, mengambil gambar di luar kelas, tidak keluar dari lingkungan sekolah. Video terbaik akan ditampilkan di Youtube dan Instagram sekolah.

    Karya Peserta Didik
    Proses pembuatan video
    Poster Bakti Sosial
    Peserta didik memberikan bingkisan pada warga sekolah
  • Kegiatan P5 SPENDA Bhinneka Tunggal Ika “Warna Warni Nusantara”

    Senin, 19 Agustus 2024

    SMP Negeri 2 Mojokerto mengadakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan tersebut dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan P5 untuk semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 mengambil tema “Bhinneka tunggal ika” dengan topik: warna warni nusantara.

    Tujuan proyek ini agar peserta didik mampu menghargai keragaman budaya, agama, suku, dan ras dalam masyarakat Indonesia. Mereka mampu bekerja sama dan berkolaborasi dalam kelompok yang beragam, sebagai persiapan untuk kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja di masa depan.

    Peserta didik terlebih dahulu mengikuti apel di lapangan. Kegiatan P5 dibuka oleh sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto, Pak Mulib, M.Pd. Beliau menyampaikan pentingnya keragaman budaya, agama, suku dan dan ras bagi bangsa Indonesia.

    “Harapannya kegiatan P5 dapat mempersiapkan kalian sebagai generasi mumpuni dan berkompeten, untuk menyambut Indonesia Emas tahun 2045,” imbuhnya.

    Kemudian, Bu Ning Laila selaku Kordinator P5 memberikan sosialisasi tentang kegiatan selama dua minggu ke depan, terutama gelar karya bagi peserta didik. Yakni, kelas 7 paduan suara, kelas 8 menampilkan tarian massal dan kelas 9 membuat maket budaya daerah.

    Setelah apel, peserta didik memasuki kelas dan mengikuti tes diagnostik. Guru sebagai fasilitator memberikan materi mengenai keberagaman di Indonesia (Budaya, Adat Istiadat, Bahasa Daerah, Suku dan Etnis). Selanjutnya, peserta didik dibagi menjadi kelompok dengan anggota 4 orang. Mereka kemudian mencari apa saja keberagaman yang ada di Indonesia, kemudian ditulis di kertas manila, diberi gambar dan dipercantik dengan pulasan warna spidol atau crayon. Hasilnya lalu ditempel di dinding.

    Kegiatan selanjutnya, peserta didik berkeliling ke tiap kelompok lain, melakukan metode window shopping. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Menuliskannya ke dalam stickynote dan ditempelkan di kertas manila.

    Selepas istirahat, peserta didik mendapat materi mengenai bhinneka tunggal ika. Mereka melihat film yang memuat pesan bhinneka tunggal ika dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan tugas membuat karya berupa; cerpen, puisi, pantun dan gambar.

    Karya tersebut didesain dengan aplikasi Canva, sebelum akhirnya dicetak dan dikumpulkan keesokan harinya. Sebelum pulang, mereka terlebih dahulu mengisi lembar refleksi.

    Pembukaan P5 oleh Kepala Sekolah
    Peserta didik mencatat informasi dari kelompok lain.
    Mewarnai poster secara berkelompok
    Peserta didik membuat poster keberagaman di Indonesia
  • SPENDA Pitulasan Menyala!

    Jumat, 16 Agustus 2024

    Beberapa hari menjelang tanggal 17 Agustus, bendera merah putih berkibar di berbagai tempat. Orang-orang berlomba merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan lomba atau karnaval. Begitu juga SMP Negeri 2 Kota Mojokerto dengan tema: Pitulasan Menyala!

    Kegiatan dimulai dengan jalan santai siswa beserta bapak-ibu guru mengitari jalanan kota Mojokerto. Pak Mulib selaku Kepala Sekolah turut memberangkatkan peserta. Rute jalan santai yakni; sepanjang Jalan Majapahit, Klenteng Hok Sian Kiong dan kembali ke sekolah. Sebelum sampai garis finish peserta mendapat kupon undian doorprize dari anggota osis.

    Acara dilanjutkan dengan lomba yang diikuti sejumlah bapak-ibu guru yang tergabung dalam beberapa tim. Lomba pertama, estafet balon. Guru-guru meniup balon ke dalam gelas yang punya dua ujung, guru satunya harus menerima gelas tersebut. Beberapa kali peserta menjatuhkan gelas plastik ke tanah, karena tidak bisa menjaga udara dalam balon.

    Lomba selanjutnya, guru-guru menahan sedotan dengan bibir lalu dimasukkan ke dalam botol. Acara diselingi dengan pembacaan undian hadiah, beberapa murid antusias mendengarkan, berharap nomor miliknya disebut pembawa acara. Mereka yang beruntung mendapatkan hadiah seperti; alat tulis menulis, snack, minyak goreng, susu sampai tumbler.

    Ketika lomba tangkap air, guru-guru menjadi heboh dan menarik perhatian peserta didik. Peserta diharuskan mengoper plastik berisi air menuju anggota tim yang ada dekat baskom. Sering kali plastik pecah ketika ditangkap, membuat pakaian basah. Mengundang tawa suka cita.

    Selain itu, guru-guru juga mengikuti pengecekan kesehatan yang dilakukan oleh petugas UKS.

    Siswa Spenda mengikuti jalan santai
    Doorprize undian jalan santai
    Guru mengikuti lomba tusuk balon
    Tes kesehatan