Blog

  • Hari Ketujuh P5 SPENDA

    Selasa, 27 Agustus 2024

    Setiap pagi sebelum pelajaran pertama, peserta didik SMP Negeri 2 Mojokerto mengikuti literasi rohani di kelas, didampingi bapak-ibu guru pengajar jam pertama. Mereka membaca surat pendek Al-Quran dan dibuka dengan Al-Fatihah. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima belas menit.

    Lalu, anak-anak kelas 8 dibawa menuju lapangan sekolah untuk melaksanakan latihan menari bersama. Setiap kelas dibagi menjadi dua banjar. Untuk kelompok pertama menari tarian profil pelajar Pancasila. Beberapa siswa laki-laki kelihatan kesusahan mengikuti gerakan instruktur tari, meski begitu tidak menyurutkan semangat mereka dalam berlatih.

    Kelompok kedua menyajikan tarian wonderland Indonesia. Instruktur gerakan pada kegiatan P5, siswi SPENDA yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari. Anak-anak bisa belajar secara mandiri di rumah, dengan melihat video tutorial gerakan tarian di Youtube. SPENDA

    Sementara itu, kelas 7 berlatih menyanyikan lagu nasional dan lagu daerah didampingi guru fasilitator di kelas. Untuk kelas 9 sudah mulai membuat maket menggunakan benda yang bisa dimanfaatkan seperti kardus atau stik es krim. Mereka sangat bersemangat ketika merakit maket rumah daerah.

    Sepanjang hari siswa-siswi SPENDA mempersiapkan yang terbaik untuk puncak kegiatan yakni, gelar karya P5 yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2024.

    Maket Rumah Daerah karya siswa
    Maket Rumah Daerah
    Peserta didik mencoba latihan menari
    Guru mengatur barisan peserta didik
  • Hari Keenam P5 SPENDA

    Senin, 26 Agustus 2024

    Peserta didik berbaris rapi di lapangan SMP Negeri 2 Mojokerto, petugas apel memakai seragam serba putih. Pembina apel pada Senin ini, Pak Supriyo, beliau menyampaikan amanat yakni agar kegiatan P5 bisa memupuk semangat kekompakan di dalam diri masing-masing murid.

    “Kegiatan P5 ini merupakan ajang bagi kalian untuk unjuk rasa, mengolah rasa, dalam menyajikan pertunjukan seni atau karya,” imbuhnya.

    Setelah apel, ada kegiatan Senin Apresiasi. Murid-murid SPENDA yang berprestasi akademik maupun non akademik, dipanggil maju ke depan untuk menerima piala atau piagam dari kepala sekolah, Pak Mulib, M.Pd.

    Kegiatan pertama P5 hari ini, peserta didik secara berkelompok merencanakan dan mempersiapkan karya budaya yang telah dipilih dengan mencari referensi dari sumber yang relevan.

    Kelas 7 mencari lagu daerah beserta tata letak, dirigen, pembagian alat musik dan pembagian suara, Kelas 8 mencari koreografi tari pelajar pancasila dan tari wonderland Indonesia, Kelas 9 mencari prosedur pembuatan maket rumah daerah, sketsa, alat dan bahan. Hasil kerja dipresentasikan di depan kelas dan dinilai fasilitator.

    Setelah istirahat pertama, kelas 7 dan 8 berlatih menyanyi juga menari, sementara kelas 9 mempersiapkan bahan kemudian mencoba  membuat maket rumah daerah.

    Kegiatan ditutup dengan peserta didik mengisi lembar refleksi kegiatan hari ini.

    Kelas 7 berlatih menyanyi dalam paduan suara
    Kelas 8 berlatih menari

  • Project Management Office SPENDA 2024

    Project Management Office SPENDA 2024

    Jumat, 23 Agustus 2024

    Selepas Salat Jumat, pukul 13.00, bapak-ibu guru berkumpul di aula mengikuti kegiatan Project Management Office (PMO) SPENDA. Mereka duduk berkelompok sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Acara dihadiri kepala sekolah selaku fasilitator bersama pengawas sekolah, Bu Nurul Laila.

    Sebelumnya guru-guru sudah diberi kuesioner berisi pertanyaan mengenai karakteristik lingkungan sekolah. Pak Mulib memperlihatkan rapor pendidikan terlebih dahulu kepada peserta kegiatan. Rapor Pendidikan meliputi; Kemampuan Literasi Murid, Kemampuan Numerasi Murid, Kondisi Keamanan Sekolah, Kondisi Kebinekaan Sekolah, Kualitas Pembelajaran, dan Karakter Murid. Sebagian besar nilai rapor pendidikan SMP Negeri 2 Mojokerto mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

    Kemudian, Pak Mulib membahas aspek perencanaan pembelajaran yang terdiri dari; Kurikulum Merdeka, Modul Ajar, Asesmen, Pembelajaran Aktif, Pemanfaatan Teknologi, dan Kolaborasi. Beliau memancing diskusi dengan memberi pertanyaan kepada bapak ibu guru.

    Seberapa jauh anda memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka?

    Pak Udin, Guru Agama Islam menjawab, “Kurikulum Merdeka berprinsip pembelajaran berpusat pada murid. Dalam membuat modul, kita sesuaikan dengan peserta didik sesuai kebutuhan dan kompetensinya. Sesuai dengan pembelajaran berdiferensiasi yang ada dalam Kurikulum Merdeka.”

    Apakah profil pelajar Pancasila telah menjadi acuan dalam perencanaan pembelajaran anda?

    “Iya, sebelum kita menyusun kronologi modul pembelajaran. Kita harus tahu konten yang mau disajikan pada peserta didik. Kita baru bisa menghubungkan dengan 6 aspek Pelajar Pancasila. Misalnya, beriman dan bertakwa. Guru tidak hanya menyajikan konten, sebagai guru kita membawa agar peserta didik beriman dan bertaqwa. Dan, bisa eksis di segala zaman,” tutur Bu Emi, Guru Bimbingan Konseling.

    Bagaimana cara anda menyesuaikan Capaian Pembelajaran(CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan karakteristik siswa?

    “Pemetaan karakteristik siswa, pengembangan ATP yang fleksibel, Modifikasi Capaian Pembelajaran, Menggunakan Metode Pembelajaran yang variatif, Evaluasi, dan Kolaborasi dengan siswa dan orangtua,” tukas Bu Nur Hayati, Guru IPS.

    Pak Mulib juga menambahkan agar guru-guru memanfaatkan teknologi ketika pembelajaran atau membuat bahan ajar. “Saya mencoba menggunakan (AI) Artificial Intelligence untuk membuat presentasi hari ini. Jika dikerjakan manusia bisa memakan waktu lama, butuh beberapa menit untuk kecerdasan buatan mengerjakan perintah kita,” imbuhnya.

    Project Management Office (PMO) dijadwalkan berjalan dua bulan sekali hingga bulan Juni 2025, dilaksanakan setiap hari Jumat. Harapannya guru-guru bisa merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan dalam pembelajaran dan menentukan aksi tidak lanjut setelah refleksi.

    Kepala Sekolah memberikan materi
    Guru menanggapi pertanyaan pemantik diskusi
    Guru-guru mendengarkan pemaparan Kepala Sekolah
  • Aksi Bergizi SPENDA

    Jumat, 23 Agustus 2024

    Setiap sebulan sekali, siswa-siswi SMPN 2 Kota Mojokerto mengikuti Aksi Gizi di sekolah. Peserta didik dari rumah membawa bekal bergizi, berisi lauk pauk protein hewani, sayur, buah, air putih atau susu. Bu Berliana selaku petugas UKS berkeliling ke tiap kelas memberi pengarahan serta pil penambah darah untuk remaja putri, demi mencegah dan mengatasi anemia.

    Kegiatan tersebut menjadi salah satu fokus intervensi pendampingan yang dilakukan oleh tim UKS SMP Negeri 2 Kota Mojokerto sebagai pendamping gizi dan mendukung program “Aksi Stop Stunting Kota Mojokerto”. Sebagai upaya membangun investasi bagi sumber daya manusia yang handal, makanan-minuman sehat juga bergizi diperlukan untuk masa pertumbuhan peserta didik.

    Petugas UKS memberi pengarahan
    Peserta didik menikmati bekal
    Remaja Putri minum pil penambah darah

     

    Poster Aksi Bergizi SPENDA
  • Hari Kelima P5 SPENDA

    Jumat, 23 Agustus 2024

    Sebelum mengikuti kegiatan P5, peserta didik terlebih dahulu mengikuti aksi bergizi SPENDA. Mereka makan bekal sehat di kelas yang dibawa dari rumah dan minum tablet tambah dari bagi peserta didik putri.

    Kegiatan hari ini, peserta didik mengikuti lomba yang merupakan rangkaian kegiatan P5. Sebanyak empat peserta didik menjadi perwakilan kelas untuk lomba mural. Mereka menghias dinding di sepanjang lorong kelas 7. Mural yang digambar harus sesuai dengan tema yakni kebhinnekaan global. Peserta didik banyak yang antusias mengikuti lomba ini. Walau tangan dan wajah belepotan terkena cat, tak menyurutkan semangat mereka.

    Peserta didik yang ada di kelas membuat yel-yel, kemudian direkam dengan hape, dibuat sekreatif mungkin, diunggah ke link googledrive. Beberapa dari peserta didik membawa alat perkusi seperti drum untuk menambah meriah saat menyanyi. Video terbaik akan mendapatkan hadiah.

    Setelah istirahat, murid-murid diseleksi oleh guru sebagai fasilitator, yang terbaik akan menjadi perwakilan lomba membaca UUD. Ada yang malu-malu ketika tampil di depan teman-teman, tak jarang ada yang mempunyai suara menggelegar dan berwibawa. Dari kegiatan ini diharapkan muncul bibit-bibit andal dalam berbagai bidang di lingkungan sekolah. Tidak menutup kemungkinan mereka bakal menjadi wakil SPENDA untuk lomba di luar sekolah.

    Mural karya peserta didik
    Mural karya peserta didik
    Peserta didik membuat mural