Blog

  • Bimtek Implementasi Social Emotional Learning

    Sabtu, 31 Agustus 2024

    Pada hari Sabtu pagi, guru-guru SMP Negeri 2 Mojokerto mengikuti bimbingan teknis tranformasi: Implementasi Social Emotional Learning (SEL) dalam Kurikulum Merdeka. Mengundang Bapak Dr.V. Prijambodo, M.Pd sebagai pemateri. Beliau salah satu dosen Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

    Pak Amang Darmawan, pembawa acara, menyapa bapak-ibu guru peserta. Hadirin lalu diminta berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya mengikuti musik dan dirigen. Sebelum bimtek dimulai, terlebih dahulu para peserta doa. Kemudian, Bu Eko, Waka Kurikulum, memberi sambutan mewakili kepala sekolah.

    Terlebih dahulu Bu Emy Adam selaku moderator memperkenalkan narasumber. Pak Priambodo menyampaikan materi dengan menjabarkan kompetensi guru di sekolah dan menyampaikan bahwa mendidik anak-anak lebih susah daripada mengajar.

    “Guru tidak hanya berfokus pada pengetahuan dan keterampilan, tapi perilaku peserta didik. Tidak hanya membuat mereka jadi pintar tapi mendidik supaya menjadi pribadi baik,” imbuhnya.

    Beliau juga menuturkan bahwa kontribusi guru terhadap sekolah menjadi tonggak hasil pembelajaran yang baik.

    Pak Prijambodo memberi contoh kasus, seperti sekolah yang ada di Novel “Laskar Pelangi”, Bu Guru Muslimah sebagai guru mengajar dengan luar biasa, meskipun siswanya sedikit dan mempunyai kekurangan sarana prasarana. Menjadikan siswa-siswa di sekolah itu jadi lulusan terbaik dan hebat, sampai menyabet juara cerdas cermat mengalahkan sekolah lain.

    Beliau kemudian menjelaskan bagaimana pentingnya pembelajaran sosial emosional (PSE) bagi siswa. Pembelajaran sosial emosional menekankan jika individu, dalam hal ini siswa tidak hanya fokus pada diri sendiri ataupun hanya pada ketrampilan, kompetensi, tetapi juga pada relasi yang baik pada orang lain dan lingkungan. Hal tersebut diimplementasikan ke dalam mata pelajaran yang diampu oleh bapak-ibu guru.

    Di akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya pada narasumber.

    Pak Mulib, Kepala Sekolah, bertanya apakah SEL bisa berintegrasi dengan pembelajaran? Apakah SEL disampaikan secara khusus di luar rancangan pembelajaran? Di awal semeseter atau harus berintegrasi?

    “Kita bisa melakukannya secara rutin di luar jam pembelajaran, saat di kantin atau di ruang guru. Kita bisa menyisipkan di pendahuluan atau pembelajaran inti, tidak hanya menambahkan tapi cocok dengan topik pembelajaran. Yang terakhir lewat budaya sekolah atau kesepakatan kelas, seperti guru menyambut siswa yang masuk di depan sekolah,” kata Pak Prijambodo.

    Bu Yuni bertanya, bagaimana membuat suasana kelas menjadi hangat di tengah siswa yang dinamis dan atraktif?

    “Kita sebagai guru harus berempati kepada peserta didik. Seperti tidak memberi tugas yang memberatkan mereka. Jika belum berhasil kita mesti mencari cara lain. Memberi ketegasan pada peserta didik,” jelas Pak Prijambodo.

    Beberapa perwakilan dari peserta, selanjutnya diminta untuk mencontohkan pembelajaran berbasis sosial emosional. Setelah sesi peer teaching, narasumber mengulas penampilan para peserta, dari segi penyampaian materi kepada peserta didik.

    Narasumber, Pak Priambodo menyampaikan materi.
    Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya
    Sesi tanya jawab
    Sesi tanya jawab
    Sesi foto bersama narasumber

     

  • Kunjungan Tim Kajian Pustaka Perpusnas

    Jumat, 30 Agustus 2024

    Perpustakaan SMP Negeri 2 Mojokerto mendapat kunjungan dari Perpusnas. Muhammad Husin Wijaya, Tim Kajian Pustaka Perpusnas terlebih dahulu mengunjungi sekolah lain sebelum sampai SPENDA. Di kota Mojokerto hanya tiga perpustakaan sekolah yang menjadi objek Kajian Pustaka Perpusnas yakni, SMKN 2 Mojokerto, SD Katolik Wijana Sejati dan SMP Negeri 2 Mojokerto.

    Bapak Muhammad Husin didampingi oleh pihak Dinas Perpustakaan Kota Mojokerto, Bu Cecilia dan Bu Oki. Beliau disambut oleh Pak Mulib, Kepala Sekolah, Bu Erna selaku Kepala Perpustakaan, Bu Luluk dan Bu Indah, Pustakawan SMP Negeri 2 Mojokerto. Pak Husin menanyakan beberapa hal kepada pustkawan seperti : jumlah koleksi buku, program podcast, kegiatan peminjaman buku lewat daring atau luring, narasumber podcast dari luar atau dalam sekolah.

    Pak Husin juga melihat video tamu podcast yang bergerak dalam bidang literasi, Gol A Gong. Penulis nasional yang terkenal dengan novel Balada si Roy. Beliau memberi masukan agar lebih banyak kegiatan di perpustakaan yang rutin, baik literasi maupun podcast mengundang tamu dari sekolah atau luar sekolah.

    Serah terima sertifikat dari Perpusnas
    Pak Husin memberi masukan
    Melihat video podcast Gol A Gong
    Pak Husin bertanya pada pustakawan
    Pak Husin mengecek daftar peminjam buku

     

  • Penutupan Kegiatan P5 SPENDA

    Jumat, 30 Agustus 2024

    Hari terakhir kegiatan P5 siswa-siswi SMP Negeri 2 Mojokerto memakai seragam olahraga, mengikuti senam pagi. Siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari menjadi instruktur senam. Bapak-ibu guru memakai kaos hitam, bergambar wajah Soekarno muda turut serta dalam barisan. Nggolek keringet, mencari keringat agar sehat. Peserta didik bersemangat dan ceria menggerakan badan.

    Setelah itu, Pak Mulib menutup kegiatan P5 dengan memberi pesan agar anak-anak SPENDA semakin mencintai budaya bangsa, dengan mencari tahu tentang kekayaan tiap daerah di Indonesia. Pak Mulib juga memberi pertanyaan seputar ibu kota tiap provinsi untuk memberi suntikan pengetahuan kepada peserta didik.

    “Kami berharap kegiatan P5 ini anak-anak mendapat pengetahuan mengenai daerah yang diangkat menjadi model maket. Yang paling penting semoga semangat kebhinnekaan gloobal dan gotong royong dapat dipupuk lewat progam ini,” tutupnya.

    Acara dilanjutkan dengan pembacaan pemenang lomba SPENDA Pitulasan Menyala! Lewat ajang ini dapat terlihat potensi peserta didik di luar akademik selain sebagai sarana healing dan belajar bekerja sama dalam kelompok.

    Mereka kemudian kembali ke kelas mengerjakan tugas akhir yakni menyelesaikan video laporan yang berisi proses latihan dan pembuatan karya selama mengikuti kegiatan P5. Sebelum pulang mereka mengerjakan refleksi hari ini dan kerja bakti membersihkan kelas masing-masing.

    Kepala sekolah, Bapak-ibu guru dan Panitia P5
    Sambutan Kepala Sekolah
    Penyerahan hadiah kepada pemenang
    Waka Kurikulum, Bu Eko menyerahkan hadiah
    Guru dan siswa ikut senam pagi
    Kerja bakti membersihkan kelas
    Kerja bakti membersihkan kelas

     

  • Gelar Karya P5 SPENDA

    Kamis, 29 Agustus 2024

    Siswa-Siswi SPENDA memakai baju daerah di Indonesia. Mereka bersiap mengikuti acara “Gelar Karya P5 SPENDA”. Sebelumnya kelas 8 dan kelas 9 berkumpul di lapangan, sementara anak kelas 7 di kelas menyiapkan penampilan. Pak Mulib selaku kepala sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

    “Hal yang paling penting dari kegiatan ini, tumbuhnya karakter berkebhinnekaan global dan gotong royong di diri kalian. Semua dilakukan dengan cara kolaborasi dan tercermin dari pakaian serta karya yang kalian buat atau tampilkan,” imbuhnya.

    Acara dilanjutkan dengan penampilan Tari Kreasi Pelajar Pancasila oleh anak kelas 8. Pameran maket rumah budaya berada di sepanjang lorong kelas 9. Guru fasilitator berada di sekitar peserta didik untuk menilai mereka. Tari kedua yakni Tari wonderland Indonesia. Para peserta didik memakai baju putih dengan kain jarik menutupi pinggang. Seusai acara para peserta bersama bapak-ibu guru berfoto bersama di lapangan.

    Setelah istirahat, anak-anak kelas 7 menuju aula untuk menampilkan pertunjukan paduan suara. Lagu nasional dan lagu daerah seperti Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Apuse (Papua), Bungong Jeumpa (Aceh), Kicir-Kicir (DKI Jakarta) dll. Mereka sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh, terlihat dari kostum yang mereka pakai dan koreografi ketika menyanyi. Usai penampilan tiap peserta berfoto dengan wali kelas.

    Acara ditutup dengan foto bersama para peserta dan panitia kegiatan P5.

    Sambutan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto
    Kelas 8 menampilkan Tarian Wonderland Indonesia
    Kelas 8 menari Tarian Kreasi Pelajar Pancasila
    Kelas 7 menampilkan tarian sembari menyanyi
    Kelas 7 menampilkan pertunjukan lagu daerah
    Maket rumah adat karya kelas 9

  • Hari Kedelapan P5 SPENDA

    Rabu, 28 Agustus 2024

    H-1 sebelum gelar karya P5, murid-murid SMP Negeri 2 Mojokerto semakin sibuk mempersiapkan diri. Kelas 8 dari jam 7 Pagi mengikuti gladi bersih di lapangan. Mereka kelihatan lebih baik dibanding kemarin. Gerakan mereka lebih tertata, luwes dan kompak mengikuti arahan tutor dari teman sebaya. Hanya segelintir siswa yang masih terlambat mengikuti tempo lagu. Bu Ning Laila, Kordinator Kegiatan P5 setia mendampingi anak-anak dalam proses latihan menari sembari memberi semangat.

    Kelas 7 sibuk berlatih di kelas ditemani guru fasilitator. Mereka akan mengikuti gladi bersih setelah istirahat jam pertama. Beberapa anak kelas 9 hampir menyelesaikan maket rumah daerah untuk dipamerkan besok di sepanjang lorong. Mereka sibuk mengecat kardus, mengelem stik es krim dengan lem tembak dan membuat hiasan tambahan seperti pohon atau pagar.

    Saat gladi bersih para peserta didik kelas 7 bisa menemukan kekurangan penampilan, tempo yang terlalu cepat, nada yang diambil terlalu tinggi. Hal ini menjadi catatan perbaikan bagi mereka sebelum tampil besok. Jam terakhir mereka berlatih didampingi guru dan membenahi penampilan. Tak lupa mereka menyiapkan alat musik juga menentukan kostum untuk dipakai ketika gelar karya.

    Glasi bersih kelas 8
    Gladi bersih kelas 7 di depan ruang guru
    Murid Kelas 7 mengiringi penampilan temannya dengan gitar
    Kelas 9 mewarnai maket rumah daerah