Blog

  • Nonton Bareng Film Budaya: Menginspirasi Generasi Muda Kota Mojokerto

    Sabtu, 16 November 2024

    Siswa-siswi Gen OSIS (Generasi OSIS) SPENDA mengikuti kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film Budaya digelar di Gedung Gajah Mada, Jl. Prapanca Wijaya No. 100, Kota Mojokerto. Acara ini diikuti oleh perwakilan 10 siswa dari SMPN 1 hingga SMPN 9 se-Kota Mojokerto, termasuk perwakilan dari Generasi OSIS SMPN 2 (Gen OSIS SMPN 2). Mereka didampingi oleh Pak Amang Darmawan, selaku guru PKN.

    Sebelum masuk peserta melakukan registrasi dan mendapatkan suvenir. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, peserta terlebih dulu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian sambutan dari Kepala BPK Wil XI dan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, penyerahan cinderamata. Setelah itu doa yang dipimpin oleh Pak Amang. Peserta lalu mendapat materi Peran Anak Muda dalam Pemajuan Kebudayaan.

    Peserta diajak melihat pemutaran film bertema budaya yang mengangkat nilai-nilai luhur tradisi lokal, diskusi budaya dan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Mereka juga melihat film anti korupsi berjudul “Subur itu Jujur”. Anak-anak GEN OSIS SPENDA aktif turut serta dalam kuis, semuanya berpatisipasi dan mendapatkan bingkisan hadiah dari penyelenggara.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya melestarikan budaya Indonesia. Semoga para pelajar kota Mojokerto semakin memahami peran penting mereka dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa, sekaligus terinspirasi untuk terus mencintai budaya Indonesia. (Alzena Mutiara-8D)

    Foto bersama GEN OSIS & Pak Amang
    Pak Amang memimpin doa.

     

    Para peserta melihat film Anti Korupsi.
    Materi mengenai wayang kulit.
    Penyerahan cenderamata bagi pemateri wayang kulit.
    Pembagian hadiah kepada para peserta.
  • Hari Kesepuluh P5 SPENDA 2024

    Jumat, 15 November 2024

    Anak-anak kelas 7 setelah mengikuti literasi rohani dibagi menjadi dua kelompok besar. Yang pertama 7A-7E berkumpul di depan ruang guru didampingi fasilitator dan dipandu Bu Rini, sementara 7F-7I berkumpul di musolla dipandu oleh Pak Aditya dan wali kelas.

    Pak Aditya menyampaikan materi mengenai kemampuan memecahkan masalah dan kolaborasi. Beliau memberikan pertanyaan mengenai “Apakah kalian menemui masalah di kelas?” dan “Apa kalian nyaman ketika bermasalah?”

    Peserta didik lalu menonton video, di akhir sesi mereka diminta menuliskan pesan atau nilai moral kehidupan terkait gambar dan video yang ditampilkan ke dalam buku tulis.

    Bu Rini bertanya kepada peserta didik apa saja masalah yang terjadi di kelas, peserta didik diminta maju ke depan menyampaikan pendapat. Mereka berdisuksi secara berkelompok memecahkan masalah tersebut. Setiap kelompok mengidentifikasikan masalah yang terjadi, penyebab, dampak dan solusinya.

    Setelah istirahat peserta didik memilih anggota sesuai ketentuan dan berkumpul sesuai kelompok dengan format melingkar. Berdiskusi, menuliskan hasil diskusi pada kertas manila dan berkolaborasi serta berkreasi membuat model atau prototipe benda yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari menggunakan stik es krim.

    Peserta didik menyampaikan masalah yang ada di kelas.
    Pak Aditya menyampaikan materi tentang memecahkan masalah.
    Peserta didik mempersentasikan hasil diskusi.
    Peserta didik membuat kerajinan dari stik es krim.
    Hasil kreasi peserta didik.
  • Hari Kesembilan P5 SPENDA 2024

    Kamis, 14 November 2024

    Peserta didik melakukan apersepsi dengan menyimak video inspiratif tentang teknik latihan berbicara/improvisasi tanpa teks/Adlip Speaking. Setelah itu siswa-siswi SPENDA melaksanakan latihan sesuai perintah yang ada di vidio, yaitu setiap siswa secara bergiliran/bergantian dalam kelompoknya ( satu kelompok terdiri atas 4 orang ) melakukan:

    1. Memilih 1 kata benda/kerja di kepala masing-masing siswa
    2. Kemudian mencoba bercerita/elaborasi kata tersebut dalam 30 detik – 1 menit. (spontanitas / langsung tanpa harus dicatat terlebih dahulu)
    3. Apabila satu siswa bercerita, tiga siswa lainnya mengamati kemudian mencatat kelebihan dan kekurangan dari publik speaking teman yang sedang diamati tersebut di buku tulis. 
    4. Setelah selesai semuanya bercerita, floorkan / diskusikan hasil pengamatan kalian tadi dalam kelompok kalian, sebagai pengukuran  awal sejauh mana kalian sudah melakukan publik speaking.

    Di kegiatan sebelumnya siswa sudah memahami pentingnya kepercayaan diri dalam public speaking. Maka langkah selanjutnya adalah diskusi kelompok, membuat draft naskah pidato dilanjutkan dengan latihan pidato. Setelah sesi latihan, setiap peserta didik melaksanakan public speaking/pidato di depan kelas. Fasilitator menilai penampilan mereka.

    Kegiatan diakhiri dengan siswa menulis refleksi tentang pengalaman mereka dalam bicara di depan umum dan memberikan umpan balik kepada teman-temannya.

    Peserta didik melakukan public speaking.
    Peserta didik bercerita dalam kelompok, yang lain menyimak.
    Peserta didik public speaking mengenai benda yang dia tahu.
    Peserta didik mencatat kekurangan dan kelebihan penampilan anggota kelompok yang bercerita

  • Hari Kedelapan P5 SPENDA 2024

    Rabu, 13 November 2024

    Peserta didik menyimak video materi tentang “Hak dan Kewajiban Anak di Rumah, Sekolah, dan Lingkungan Masyarakat”. Mereka melakukan apersepsi tentang video yang telah disimak dengan
    memberikan pertanyaan seperti “Apa saja kewajiban anak di rumah, di sekolah, dan lingkungan masyarakat?”

    Fasilitator membimbing peserta didik menganalisis masalah tersebut. Kelompok peserta didik boleh menganalisis lebih dari 1 masalah jika waktu memungkinkan. Siswa-siswi kelas7  menjawab pertanyaan, mengutarakan pendapat terkait makna, pesan, kesan dan motivasi terkait video yang sudah ditayangkan. Mereka menganalisis kasus yang diberikan oleh guru dalam kelompok (4-5 anggota per kelompok) dengan scan barcode sesuai pembagian masalah.  Lalu, menuliskan hasil analisis pada LK 8a. Kelompok yang sudah selesai mempresentasikan ke depan kelas.

    Setelah itu mereka diminta membuat poster tentang hak dan kewajiban anak sebagai warga negara. Guru membagikan kertas gambar A3 masing-masing kelompok mendapat 1 lembar. Fasilitator memberikan
    alat dan bahan pembuatan poster. Selama proses pembuatan peserta didik dibimbing oleh fasilitator. Anak-anak dilatih untuk bekerjasama dalam kelompok.

    Kegiatan selanjutnya tiap kelompok membagi peran untuk window shopping, 2 anak sebagai penunggu poster kelompok, menjelaskan kepada pengunjung dan sisanya mengunjungi kelompok lain untuk memberi umpan balik pada sticky notes.

    Kegiatan ditutup dengan peserta didik mengisi refleksi dan umpan balik di link google form.

    Peserta didik melakukan window shopping.
    Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kasus.
    Diskusi pemecahan kasus.
    Peserta men scan barcode berisi pertanyaan dan kasus.
    Peserta didik menganalisis kasus secara berkelompok.

     

    Poster karya Peserta didik.
  • Hari Ketujuh P5 SPENDA 2024

    Selasa, 12 November 2024

    Dengan memakai seragam olahraga peserta didik berkumpul di lapangan, mereka berbaris mendengarkan arahan dari kordinator P5. Pak Supriyo memimpin jalannya literasi rohani. Siswa SPENDA berbaris sesuai kelas masing-masing, mereka membawa bekal makanan untuk dimakan bersama di Alun-Alun Wiraraja. Mulai dari kelas 7A berjalan sesuai barisan menuju alun-alun, bapak-ibu guru fasilitator mendampingi dan membuka jalan.

    Pada jam ketiga dan keempat peserta didik kembali ke sekolah untuk menerima materi kebersihan diri dan mengerjakan LKPD merawat diri. Setelah istirahat mereka mengisi kuesioner penilaian diri dan teman, menuliskan hasilnya di buku tulis P5. Kemudian mereka membuat poster tentang penerapan pola hidup sehat dan merawat kebersihan diri di Canva.

    Mereka mengikuti KDK setelah istirahat kedua. Jam terakhir peserta didik mengisi tabel tindak lanjut, yang isinya hal yang perlu diperbaiki sesuai dengan kuesioner yang sebelumnya diisi.

    Peserta didik berkumpul di lapangan mengikuti literasi rohani. 
    Makan bekal bergizi Alun-Alun Wiraraja.

     

     

    Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi cara merawat diri dan pola hidup sehat. 
    Peserta didik mengerjakan tabel perbaikan tindak lanjut.