Blog

  • RUNNER UP JAMBORE GTK HEBAT JAWA TIMUR 2024

    Senin, 11 November 2024

    Kabar bahagia datang dari acara Seleksi dan Apresiasi Jambore GTK HEBAT 2024 untuk Provinsi Jawa Timur. Dua GTK dari SMP Negeri 2 Kota Mojokerto menyabet juara 2 dalam kategori GTK Inovatif Guru SMP dan Tenaga Laboratorium Sekolah. Acara tersebut berlangsung dari 6 s.d 9 November 2024, bertempat di Singhasari Resort Hotel Kota Batu.

    Bu Emy Adam mengambil judul: PINTAR-AI (Pembelajaran Interaktif dan Terarah dengan AI) untuk mengatasi kecemasan berbicara.

    Beliau mengambil tema ini karena menemui fenomena ketika mengajar murid sangat mahir berbahasa Inggris dalam tulisan atau secara pasif, namun merasa panik dan cemas berlebihan saat harus berbicara di depan umum?

    Isu kecemasan berbicara atau speaking anxiety seperti monster tak terlihat yang menghantui banyak siswa. Mereka takut diawasi, takut salah, dan akhirnya lebih memilih diam.

    Hal ini seringkali terjadi akibat kurangnya umpan balik konstruktif dan tekanan psikologis, yang mengakibatkan kesenjangan antara kemampuan menulis dan berbicara.

    Salah satu solusinya adalah penggunaan artificial intelligence. Dengan teknologi ini, peserta didik dapat berlatih berbicara tanpa takut dihakimi, serta mendapatkan umpan balik langsung dan personal untuk meningkatkan kepercayaan diri. Pembelajaran juga dibuat berdiferensiasi sesuai kemampuan awal siswa, sehingga suasana belajar menjadi lebih interaktif dan personal.

    Namun, penerapan AI dalam pembelajaran memerlukan kesiapan. Tantangan pertama adalah adaptasi terhadap teknologi, karena siswa dan bahkan cenderung melihat AI sebagai alat penjawab pertanyaan semata. Dibutuhkan keterampilan digital agar pemanfaatannya lebih maksimal. Tantangan kedua adalah akses perangkat dan internet, yang memerlukan dukungan dari sekolah dan orang tua.

    Tahapan implementasi dimulai dari diagnostik awal untuk mendeteksi kecemasan berbicara pada siswa. Kemudian, mereka diperkenalkan dengan platform TalkPal.AI sebagai sarana latihan. Dalam pembelajaran kolaboratif, peserta didik bekerja dalam kelompok, menerima tantangan sesuai kemampuan awal, dan akhirnya merefleksikan kemajuan mereka serta bagian mana yang perlu ditingkatkan.

    Hasilnya peserta didik merespon positif. Dengan umpan balik yang cepat dan bersahabat, mereka bisa tahu bagian mana yang perlu ditingkatkan, seperti pelafalan atau tata bahasa. Tidak ada lagi ketakutan dihakimi atau ditertawakan. Pembelajaran yang berdiferensiasi pun membantu mereka belajar sesuai dengan kebutuhan dan ritme masing-masing. Tidak perlu lomba-lombaan siapa yang paling cepat, yang penting mereka terus maju.

    Fungsi AI di sini tidak memainkan perannya sendiri, tetapi penting bagi guru untuk mengarahkan peserta didik agar mereka tidak terlena, terbuai dan tersesat dalam canggihnya khazanah teknologi kecerdasan buatan. Teruntuk bapak-ibu guru, AI tidak akan menggantikan peran guru, karena mastermind di balik penggunaannya di kelas tetaplah guru.

    Sementara itu, Bu Ria mengambil judul : Pembelajaran BERDEDIKASI (Belajar dengan Media Karya Siswa). Bu Ria sebagai tenaga laboratorium sekolah menekankan untuk mengelola media pembelajaran karya siswa untuk digunakan kembali di pembelajaran adik kelas. Misal; ada siswa diberi tugas kelompok membuat model sel hewan. Siswa tersebut berkreasi, hasilnya dikumpulkan dan di-maintain oleh laboratorium sekolah.

    Semoga prestasi yang diraih oleh kedua GTK Hebat SPENDA tersebut bisa menginspirasi guru-guru lain dan menambah inovasi dalam pembelajaran di sekolah.

    Bu Ria & Bu Emy Adam meraih juara 2 Jambore GTK 2024
    Bu Ria memaparkan praktik baik kepada dewan juri.
    Bu Emi Adam mempresentasikan praktik baik PINTAR-AI
  • Hari Keenam P5 SPENDA 2024

    Senin, 11 November 2024

    Setelah mengikuti apel pagi di lapangan sekolah, para peserta didik kembali masuk kelas. Fasilitator menyampaikan materi mengenal dan mengungkapkan emosi. Setelah itu, siswa menggambar tiga emosi berbeda yang pernah mereka rasakan dan situasi yang memicu emosi tersebut (emosi digambar dan diwarnai sesuai karakter emosi) di aktivitas kartu emosi.

    Berdasarkan gambar siswa menuliskan cara mengelola emosi dan disebutkan alasannya apakah cara tersebut sehat atau tidak. Setelah mengisi tabel dua, siswa menuliskan cara mengelola emosi yang sehat berdasarkan emosi yang sudah dituliskan.

    Seusai istirahat mereka berkelompok melakukan diskusi mengenai pengelolaan emosi dan mempresentasikannya.  Setiap siswa secara bergantian menyampaikan tiga emosi yang sudah digambar dan penyebab timbulnya emosi itu dalam kelompok. Kemudian, mereka memilah persamaan dan perbedaan dari emosi yang sudah disampaikan.

    Bagi emosi yang sama, yang ditulis satu saja. Masing-masing jenis emosi digambar di kertas manila dan dihias sebagus mungkin. Setiap kelompok mempresentasikan dengan cara window shopping. Dua anak tetap di tempat untuk mendapatkan informasi dari kelompok lain. Sementara sisanya berkeliling ke kelompok lain untuk memaparkan.

    Jam keenam mereka melihat video tentang strategi sehat menghadapi emosi negatif. Lalu, bermain tebak emosi. Guru menyediakan gambar emosi. Setiap kelompok untuk mengambil satu jenis emosi secara acak. Setiap anggota kelompok bermain peran dari emosi yang diambil. Kelompok lain menebak jenis emosi yang diperankan kelompok yang tampil.

    Setelah selesai ada sesi evaluasi dengan memberikan umpan balik. Kegiatan diakhiri dengan peserta didik menjawab pertanyaan refleksi.

    Siswa mempresentaikan emosi yang mereka alami.
    Kartu Aktivasi Emosi.
    Peserta didik menggambar emosi yang dirasakannya.
    Game tebak emosi.
    Peserta didik bermain peran memeragakan emosi.
  • Hari Kelima P5 SPENDA 2024

    Jumat, 9 November 2024

    Peserta didik mendengarkan materi mengenai pengelolaan stress oleh fasilitator. Setelah itu mereka menjawab pertanyaan pemantik:

    a. Apa yang biasanya membuat kalian merasa stres?

    b. Bagaimana perasaan Anda saat mengalami stres?

    c. Apa cara khusus kamu untuk merasa lebih baik saat stres?

    Kemudian, 2-3 siswa ditunjuk untuk menjawab pertanyaan lalu didiskusikan dan melakukan wawancara dengan teman sebelahnya. Jam ketiga mereka langsung presentasi maju ke depan kelas. Wawancara tersebut direkam dengan hape dan dikirim ke link google drive untuk dinilai bapak-ibu guru. Pada jam keempat mereka mengisi kuesioner Identifikasi Stres Remaja SMP. Hasil dari poin tersebut mencerminkan kondisi yang mereka alami.

    Seperti: 10-12 poin, Anda memiliki kemampuan pengelolaan stres yang sangat baik. Anda sudah mengenali penyebab stres dan menggunakan teknik yang efektif untuk mengatasinya. Teruslah mengembangkan kebiasaan positif ini.

    Sebelum pulang peserta didik menulis refleksi singkat tentang stres dan mengelola stres di buku P5.

    Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi.
    Peserta didik berdiskusi dengan teman sebangku.
    Kegiatan wawancara dengan sesama teman.
  • Hari Keempat P5 SPENDA 2024

    Kamis, 7 November 2024

    Fasilitator menyampaikan materi mengenai konsistensi menjalankan ibadah. Peserta didik yang beragama non muslim didampingi guru agama mereka. Kemudian, siswa SMP NEGERI 2 Mojokerto mengisi kuesioner seputar ibadah yang berisi jawaban ya dan tidak. Setelah itu masing-masing kelompok berdiskusi dan bertanya kepada ke tiap anggota, menilai bagaimana ibadah individu tersebut di mata orang lain. Hasilnya setiap siswa membacakan penilaian teman-temannya di depan kelas.

    Setelah istirahat, peserta didik menuliskan hasil skor dari kuesinor yang telah mereka isi. Mereka membuat rancangan tindak lanjut untuk konsisten menjalankan ibadah dalam seminggu ke depan. Dalam rancangan tersebut berisi catatan pribadi mengenai apa yang telah siswa capai sesuai hasil penilaian. Tujuan peningkatan ibadah yang masih belum maksimal, jadwal ibadah dalam seminggu ke depan serta evaluasi dan refleksi selama menjalankan ibadah. Termasuk komitmen pribadi dan tanda tangan orang tua.

    Kegiatan diakhiri dengan peserta didik menjawab sejumlah pertanyaan refleksi.

    Penilaian antar teman non muslim.
    Kegiatan penilaian antar teman di kelas.
    Siswa membacakan hasil penilaian terhadap dirinya selama beribadah.
    Siswa memaparkan hasil rancangan yang dibuat.
    Peserta didik mengerjakan rancangan tindak lanjut.

     

     

  • Hari Ketiga P5 SPENDA 2024

    Rabu, 6 November 2024

    Sebelum mengikuti permainan Treasure Hunt, peserta didik menonton video mengenai tarian profil pelajar pancasila. Mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan. Setelah itu pada jam kedua, setiap kelompok mencari barcode yang sudah disebar di sejumlah titik di sekolah. Di dalam barcode ada pertanyaan yang harus dijawab dan didiskusikan dengan kelompok. Terlihat para peserta sangat antusias mencari barcode di area sekolah.

    Setelah itu setiap kelompok mempresentasikan ke depan kelas menjelaskan alasan mereka dalam mengambil keputusan saat kuis dan memahami dampak dari keputusan tersebut.

    Sehabis istirahat mereka bermain peran, mempersiapkan kegiatan role play dan menjalankan peran masing-masing dalam skenario pembagian tugas, serta mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.

    Kemudian, peserta didik menampilkan peran masing-masing dalam kegiatan role play, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab sesuai dengan skenario yang diberikan. Peserta didik memperagakan peran mereka, menunjukkan kemampuan dalam pengambilan keputusan, serta mempraktikkan tanggung jawab dalam situasi yang disimulasikan. 

    Pada jam ke sembilan mereka berdiskusi tentang pengalaman saat role-play, membagikan bagaimana mereka mengambil keputusan dan bertanggung jawab, serta bagaimana pengalaman tersebut bisa diterapkan di luar kelas.

    Kegiatan diakhiri dengan menulis refleksi tertulis singkat tentang pengalaman bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan selama role play.

    Peserta didik mengikuti Treasure Hunt
    Peserta didik mempresentasikan hasil Treasure Hunt.
    Peserta didik berdiskusi tentang skenario role play.
    Peserta didik merekam kegiatan role play.

     

    Setiap kelompok memainkan role play.