Selasa, 24 September 2024
Siswa-siswi SMP Negeri 2 Mojokerto mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba Bersama Polresta Mojokerto. Acara dimulai jam 10 pagi bertempat di aula. Sebelumnya para peserta mengisi daftar hadir di depan pintu masuk.






Selasa, 24 September 2024
Siswa-siswi SMP Negeri 2 Mojokerto mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba Bersama Polresta Mojokerto. Acara dimulai jam 10 pagi bertempat di aula. Sebelumnya para peserta mengisi daftar hadir di depan pintu masuk.






Sabtu, 21 September 2024
Sabtu pagi, bapak-ibu guru mengikuti kegiatan Bimtek : Penguatan Pembelajaran dan Asesmen. Narasumber untuk acara ini Bapak Dr. Marjuki, M.Pd, Kegiatan dilaksanakan di aula SMP Negeri 2 Mojokerto.
Pembawa acara, Pak Amang, membuka kegiatan dengan nyanyian merdu membuat hadirin bertepuk tangan. Peserta kemudian berdiri, menyanyikan lagu kebangsaan diiringi musik juga dirigen. Setelah itu, Pak Udin selaku guru agama memimpin doa. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan bimtek.
Beliau menyampaikan bahwa guru yang hebat itu tidak hanya diukur dari label guru penggerak, guru yang lulus dengan IP terbaik atau guru yang punya banyak sertifikat.
“Guru yang hebat itu kehadirannya selalu dirindukan siswa, menjadikan kelas menyenangkan dan memberikan ruang bagi mereka mengembangkan kreativitas. Tentu saja menginspirasi mereka. Bagaimana hal itu bisa kita lakukan? Yakni dengan mengelola kelas,” tutur Pak Mulib.
Kepala sekolah juga mengajak guru-guru meninggalkan paradigma lama, bahwa asesmen sebatas ulangan atau tes tulis. Sekarang kita bisa menerapkan berbagai teknik penilaian sesuai karakter dan kebutuhan anak-anak. Penilaian tidak dimaknai sebagai sebatas mengukur keberhasilan tapi bagian dari pembelajaran.
Bu Isna selaku moderator memperkenalkan narasumber. Sebelum materi, Bapak Marjuki mengajak peserta bernyanyi “Kontrak belajar lima jari.” Sambil menggerakan jemari, masing-masing jari mempunyai arti.
Jari jempol, kalau belajar nggak boleh ngobrol.
Jari telunjuk, kalau belajar nggak boleh ngantuk.
Jari tengah, kalau belajar nggak boleh lengah,
Jari manis, kalau belajar nggak boleh sinis.
Jari kelingking, kalau belajar nggak boleh pusing.
Narasumber lalu membahas soal data PISA 2008 Sampai 2018, peringkat Indonesia dan apa penyebab peserta didik bisa begitu.
Kemudian, guru-guru dibagi menjadi kelompok kecil. Sebanyak lima grup terdiri dari 5 orang. Mereka diminta menulis pendekatan dan definisi prinsip pembelajaran, memberikan pengertian, tujuan dan contoh konkret. Lalu, hasilnya dipresentasikan kepada kelompok lain, berkeliling dan anggota kelompok diperbolehkan bertanya.
Di akhir sesi peserta diminta menyampaikan opininya mengenai kegiatan tersebut. Lalu, tiap kelompok menyampaikan pendapat bagaimana kondisi pembelajaran di kelas.
Menurut Pak Marjuki, “Guru cenderung menasehati siswa, tapi tidak bisa memotivasi.”
Beliau menekankan agar sebagai guru, kita harus bisa dirindukan kehadirannya di kelas oleh peserta didik. Tandanya pembelajaran kita menyenangkan dan disukai anak-anak.
Guru kemudian melihat video pembelajaran, lalu menyimpulkan apa saja yang ada dalam pembukaan, isi dan penutup. Media pembelajaran yang digunakan. Video soal pembelajaran bahasa Indonesia, pamflet. Setelah itu peserta diminta menganalisisis apa yang guru terapkan dalam video pembelajaran tersebut.
Narasumber kemudian mengajukan pertanyaan, mengapa sampai saat ini guru sulit menyusun modul ajar?
Bapak Marjuki mengingatkan kembali peserta bagaimana alur penyusunan modul ajar.
Di akhir acara, setiap ketua kelompok diminta menggambar di kertas kemudian mempresentasikan di depan narasumber. Menjelaskan apa makna objek yang mereka gambar.






Pemerintah Kota Mojokerto, melalui kebijakan Walikota, menetapkan informasi Sahabat Anak sebagai langkah strategis untuk melindungi dan mendukung hak-hak anak di wilayah kota. Selain itu, dibentuk Tim Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yang bertugas menyebarkan informasi bermanfaat serta memastikan perlindungan anak di seluruh kota.
Kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak dan mendukung Mojokerto sebagai Kota Layak Anak (KLA).
Untuk informasi lebih lanjut, silakan unduh Surat Keputusan (SK) terkait di bawah ini:
Jumat, 20 September 2024
Ada yang berbeda pagi ini, siswa-siswi SMP Negeri 2 Mojokerto memakai baju gamis, sarung dan kopiah. Mereka mengikuti “Peringatan Maulid Nabi Muhammad” dengan tema “Meneladani Adab dan Akhlakul Karimah Nabi Muhammad SAW dalam Menuntut Ilmu”. Sebelumnya anak-anak berada di kelas mengikuti literasi rohani didampingi wali kelas masing-masing. Mereka lalu mengumpulkan handphone di ruang guru.
Pukul 07.00, mereka berkumpul di Lapangan SPENDA, didampingi bapak-ibu guru wali kelas. Acara ini turut dihadiri bapak-ibu komite sekolah serta kepala sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto.
Pra-acara dipandu oleh Aluna dan Safira dari kelas 9A. Penampilan pertama yakni Samroh Mahabbaturrasul. Kemudian lagu-lagu religi seperti : Syaikhona, Sholawat Jibril dan Nabi Putra Abdullah dinyanyikan secara merdu oleh Nadi dari kelas 7E, Khanza 8F dan Salsabila dari kelas 7C. Penampilan terakhir ditutup dengan Banjari SPENDA yang melantunkan Syifaul Qolbi.
Acara inti dipandu oleh Almira Putri dari kelas 8J. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Shabrina Ahalia dari kelas 7H dan sari tilawah oleh Natasya Sandyta dari kelas 9C. Kemudian, pembacaan Maulidur Rosul oleh perwakilan kelas 7, 8 dan 9 yang tergabung dalam Tahfidzul Quran. Juga penampilan spesial dari Dai Remaja SPENDA yang kemarin ikut serta dalam ajang Dai Remaja, Khodijah Muti’ah.
Acara kemudian dibuka oleh sambutan dari kepala sekolah SMP Negeri 2 Mojokerto, Pak Mulib, S.Pd, M.Pd.
“Saya ingin menggaris bawahi apa yang disampaikan Khadijah. Pemuda yang dicintai Rasulullah dan pemuda yang mencintai Rasulullah, serta pemuda yang meneladani Rasulullah,” tutur Pak Mulib.
Beliau berharap kegiatan ini bisa jadi pendidikan karakter bagi para peserta didik agar menjadi pribadi yang jujur, peduli sesama dan menghargai perbedaan.
Seusai sambutan dari kepala sekolah, para peserta mendengarkan Mau’idhoh Hasanah dari Ustaz Ahmad Syaifullah. Beliau menyampaikan bila anak-anak SPENDA ingin dicintai nabi Muhammad, maka mereka harus mencintai shalawat. Ustaz Ahmad lalu mengetes maju ke depan peserta didik yang bisa maju ke depan akan diberi hadiah uang lima puluh ribu. Anak-anak antusias dan mau mencoba.
“Nabi Muhammad diutus ke dunia untuk menebar kasih sayang. Berlaku baik ke semua orang termasuk kepada musuhnya. Kita harus meneladani sifat nabi. Empat sifat utama Nabi Muhammad; Tablig, Fatanah, Amanah dan Sidig,” ujar Ustaz Ahmad.
Beliau pun mengadakan quiz berupa pertanyaan siapa saja nama anggota keluarga nabi. Siswa-siswi SPENDA berebutan ingin maju menjawab. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustaz Ahmad Syaifullah.
Semoga kegiatan perayaan maulid nabi semakin menambah rasa cinta anak-anak SMP Negeri 2 Mojokerto untuk bershalawat dan meneladani sifat baik Nabi Muhammad SAW.






Jumat, 13 September 2024
Jumat pagi, siswa-siswi SMPN 2 Kota Mojokerto mengikuti Aksi Gizi di sekolah. Peserta didik dari rumah membawa bekal bergizi, berisi lauk pauk protein hewani, sayur, buah, air putih atau susu. Bu Berliana selaku petugas UKS berkeliling ke tiap kelas memberi pengarahan serta pil penambah darah untuk remaja putri, demi mencegah dan mengatasi anemia.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu fokus intervensi pendampingan yang dilakukan oleh tim UKS SMP Negeri 2 Kota Mojokerto sebagai pendamping gizi dan mendukung program “Aksi Stop Stunting Kota Mojokerto”. Sebagai upaya membangun investasi bagi sumber daya manusia yang handal, makanan-minuman sehat juga bergizi diperlukan untuk masa pertumbuhan peserta didik.




