Blog

  • IDI Goes to School Spenda

    Pada hari Kamis, 16 Maret 2023, SMPN 2 Mojokerto kedatangan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dalam acara IDI Goes to School. Kegiatan ini adalah kegiatan IDI dalam rangka untuk memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak usia remaja/ SMP.

    Acara IDI Goes to School ini dikemas dalam kegiatan talkshow yang membahas tentang Kesehatan mental dan reproduksi remaja.

    Acara talkshow diikuti oleh siswa-siswa terpiih yang terdiri dari anggota ekstrakurikuler PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) serta beberapa siswa dari kelas VII dan VIII. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi dilaksanakan di Aula SMPN 2 Mojokerto. Sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00—10.30 dan sesi kedua pada pukul 11.00—12.30 WIB.

    Para dokter yang hadir sebagai narasumber terdiri atas tujuh orang, yakni dr. Anisa, dr. Rinjani, dr. Agus, dr. Sony, dr. Agus, dr. Arif, dan dr. Budi. Tiap-tiap dokter memberikan edukasi menurut ilmu keahlian masing-masing. Terdapat juga perwakilan dari Dinas Sosial Kota Mojokerto, yaitu Pak Bambang yang turut serta memberikan pengantar terkait pentingnya menjaga Kesehatan sejak usia dini.

    Para siswa Spenda begitu antusian mengikuti kegiatan talkshow yang dibawakan oleh para dokter. Para siswa mendapatkan infiormasi yang bisa membimbing mereka bagaimana menjaga kesehatan mental dan Kesehatan reproduksi.

  • Kunjungan Wisata Belajar SDN Sekardangan Sidoarjo

    Dalam rangka menambah wawasan nusantara dan pengenalan sejarah Indonesia, Rabu, 15 Maret 2023, SDN Sekardangan Sidoarjo melakukan kunjungan wisata belajar ke Mojokerto. Wisata belajar ini meliputi kunjungan ke beberapa tempat ikon sejarah di Mojokerto, salah satunya adalah SMP Negeri 2 Mojokerto yang pernah menjadi sekolah Ir. Soekarno, Presiden pertama Indonesia.
    Rombongan SDN Sekardangan terdiri dari 63 siswa dengan beberapa guru pendamping serta kepala sekolah. Tepat pukul 09.45 rombongan SDN Sekardangan Sidoarjo hadir di SMPN 2 Mojokerto. Mereka antusias mengunjungi cagar budaya SMPN 2 Mojokerto. Terlihat dari yel-yel semangat yang siswa-siswa teriakkan pada saat memasuki gerbang SMP 2. Begitu pula dengan warga SMP 2 menyambut kunjungan dengan penuh sukacita. Kepala SMP 2, beberapa guru, dan OSIS menyambut dengan memberikan pengantar bahwa siswa-siswa SDN Sekardangan akan diajak untuk tur atau berkeliling SMP 2.
    Tur belajar dibagi menjadi dua kelompok. Tiap-tiap kelompok dipandu oleh OSIS dan beberapa guru. Diawali dengan perkenalan dengan prasasti tugu yang berada di sebelah gerbang masuk SMP 2. Siswa-siswa SD dari Sidoarjo ini diberikan penjelasan mengenai sejarah SMPN 2 Mojokerto. Para siswa dipersilakan untuk bertanya tentang sejarah sekolah Soekarno kecil. Pada saat tanya jawab, tidak hanya siswa yang aktif bertanya, guru pendamping juga antusias bertanya tentang sejarah sekolah yang dulunya bernama ELS (Europeesche Lagere School). Mereka kagum dengan cagar budaya SMP 2 yang bangunannya masih terjaga seperti pada zaman Belanda.
    Setelah melihat patung Soekarno, para siswa diajak untuk masuk ke Ruang Soekarno, kelas yang dulunya menjadi kelas belajar Soekarno kecil. Di dalam kelas ini, para siswa diajak untuk membayangkan, merasakan duduk di bangku kelas seperti yang pernah dialami Soekarno pada masa belajar di Mojokerto. Para siswa juga melihat gambar serta foto Soekarno yang dipajang di dinding Ruang Soekarno.
    Setelah dari Ruang Soekarno, para siswa diajak untuk mengunjungi Galeri Seni SMP 2. Di ruang galeri ini, para siswa dapat melihat karya seni siswa Spenda (SMP 2). Di sebelah galeri seni ini, para siswa SD Sekardangan juga bisa melihat hasil karya siswa-siswa ekstrakurikuler Pramuka Spenda yang berupa susunan tongkat yang berbentuk burung, sepeda, dan lain-lain. Selain itu, siswa-siswa Sekardangan juga mengenali macam-macam jenis gamelan.
    Selanjutnya, rombongan kunjungan dari Sekardangan Sidoarjo ini juga diajak untuk menikmati keindahan lukisan mural yang berada di taman Spenda. Lukisan mural ini terdiri dari beberapa gambar yang menunjukkan sisi sejarah Mojokerto dan Soekarno. OSIS Spenda memberikan penjelasan detail terkait lukisan mural kepada adik-adiknya. Di sebelah taman Spenda yang terdapat lukisan mural, terdapat perpustakaan Spenda yang menjadi perpustakaan terbaik di Kota Mojokerto. OSIS Spenda juga mengajak adik-adiknya untuk berkunjung ke perpustakaan sambil menjelaskan tentang ekstrakurikuler podcast, yaitu ekstrakurikuler kekinian yang ada di Spenda.
    Tur belajar di Spenda diakhiri dengan berkumpul di lapangan. Siswa-siswa SD Sekardangan Sidoarjo berkumpul di depan patung Soekarno. Di sana mereka bertemu langsung dengan pembuat patung Soekarno, yakni Bapak Putut Nogroho, seniman Mojokerto yang juga anggota Dewan Kesenian Daerah Jawa Timur. Oleh Bapak Putut, para siswa diberikan penjelasan singkat tentang makna posisi patung Soekarno yang mengangkat kepalan tangan. Pak Putut juga menyampaikan arti tulisan yang berada di bawah patung “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.” Para siswa Sekardangan Sidoarjo mendengarkan secara khidmat.
    Pada pukul 10.30 rombongan SDN Sekardangan Sidoarjo berpamitan dengan berfoto bersamadi depan patung Soekarno. Sebagai kenang-kenangan, Bapak Jujuk Nurdiansyah, A.Md., LLAJ., ST, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Mojokerto memberikan miniatur patung Soekarno kepada SDN Sekardangan Sidoarjo.
    Ditulis oleh : Yohanes Kristian W., S.Pd

  • Jaksa Masuk Sekolah Bagi-bagi Angpao

    Mojokerto, Spenda- Selasa, 7 Maret 2023 Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto menggelar kegiatan bertajuk Jaksa Masuk Sekolah. Kegiatan di gelar di aula SMP Negeri 2 Mojokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kejari Kota Mojokerto untuk memberikan penyuluhan atau edukasi hukum kepada masyarakat sejak dini.
    Ada sekitar seratus siswa yang terdiri dari pengurus OSIS dan perwakilan tiap kelas ikut dalam acara tersebut. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di SMP Negeri 2 Mojokerto juga dihadiri oleh Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru, dan pengawas sekolah. Hadir juga dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto bersama Kabid Pendidikan SMP dan Kasi Kurikulum Bidang SMP.
    Rangkaian acara menghiasi kegiatan tersebut. Di antaranya suguhan yel-yel antikorupsi yang dibawakan oleh sekelompok anak-anak Spenda Mojokerto. Tepat 09.15 acara dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Amin Wachid, S.Sos.,M.Si. Dalam sambutannya, Bapak Amin Wachid yang juga PlT Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto ini menyampaikan perlunya penyuluhan hukum bagi pelajar sehingga sikap taat hukum akan tertanam pada diri mereka sejak dini.
    Selepas sambutan, acara dilanjutkan dengan paparan dari narasumber, Joko Sutrisno, S.H., Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto. Salah satu paparan yang disampaikan adalah restorative justice. Restorative Justice merupakan program atau kebijakan yang diluncurkan oleh Kejaksaan Agung dalam rangka mewujudkan peradilan yang berkeadilan.
    Narasumber menjelaskan bahwa ada beberapa persyaratan tindak pidana yang bisa diselesaikan melalui mekanisme Keadilan Restoratif. Persyaratan tersebut adalah (1) tersangka baru kali pertama melakukan tindak pidana, bukan residivis; (2) ancaman tindak pidana tidak lebih dari lima tahun; (3) kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp2.500.000,00; (4) ada kesepakan damai antara korban dan tersangka.
    Selain terkait restorative justice, narasumber juga memaparkan berbagai hal terkait kejaksaan dan pelanggaran hukum: tugas dan fungsi kejaksaan, syarat menjadi jaksa, contoh-contoh pelanggaran hukum, dan sebagainya.
    Selepas pemaparan oleh narasumber, dibuka sesi tanya jawab. Antusiasme peserta sangat tinggi. Ini terbukti dengan banyaknya peserta yang bertanya. Karena terbatasnya waktu, hanya lima penanya yang diberi kesempatan.
    “Apa yang harus saya lakukan jika saya melihat atau mengetahui ada teman yang mengonsumsi dan mengedarkan narkoba?” begitu tanya seorang peserta.
    Pertanyaan tersebut diapresiasi oleh narasumber, Pak Joko, dan mendapat angpao seratus ribu. Apresiasi dan angpau juga diberikan kepada para penanya lainnya. Pembagian angpao ternyata masih berlanjut. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber dan Bapak/Ibu guru juga mendapat angpao dan bahkan juga bingkisan/doorprize.
    Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama.(multi)

  • Sumpah Bang Jai

    Sudahkah kamu pilah sampahmu hari ini? Spenda punya giat baru nih, namanya Sumpah Bang Jai, Sulap Sampah dengan Lubang Ajaib. Apa itu Sumpah Bang Jai ? SUMPAH BANG JAI dirancang dan dibangun berbasis ramah lingkungan. Inovasi ini memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah menggunakan tempat sampah yang berbentuk lubang untuk sampah anorganik dan 1 lubang pembuangan untuk sampah organik. Lubang pembuangan sampah organic berjumlah satu dengan diameter 80 cm dengan kedalaman ±3 m dan memiliki penutup yang bisa ditarik. Sedangkan lubang pembuangan sampah anorganik berbentuk tempat sampah balok yang penutupnya dimodifikasi menggunakan bentuk lubang dan diletakkan di depan ruangan kelas. Semua warga sekolah turut berpartisipasi dalam inovasi ini. Siswa, guru dan warga sekolah yang lain berperan dalam memilah sampah. Siswa juga berperan dalam membuang sampah organic ke dalam lubang pembuangan sampah organic. Petugas Kebersihan Sekolah berperan dalam menjual sampah daur ulang (anorganik) ke bank sampah. Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan menjadi pupuk ataupun dijual akan dibuang ke TPA.

    Inovasi “ SUMPAH BANG JAI “ ini sudah dilaksanakan dan berdampak positif bagi lingkungan sekolah. Inovasi ini menjawab permasalahan pengelolaan sampah yang belum maksimal di sekolah. Inovasi ini juga menumbuhkan kesadaran bagi warga sekolah terutama siswa dalam memilah dan membuang sampah. Inovasi ini jarang dibuat di sekolah atau lingkungan perkotaan yang seringkali memiliki keterbatasan lahan. Bentuk tempat pembuangan sampah yang unik yakni lubang lingkaran menjadi ciri khas dari inovasi ini.

    Nah, biar kegiatan pilah sampah di sekolah berjalan lancar, SMPN 2 mengadakan kegiatan pelatihan untuk para kader yang dilaksanakan pada tgl 28 Februari 2023 dengan Pak Tokoh dari Wehasta salah satu Bank Sampah yang ada di Jawa Timur.

    Buku Panduan “Sumpah Bang Jai” : BUKU PANDUAN SUMPAH BANG JAI

  • KEGIATAN – KEGIATAN RUTIN DI SMP NEGERI 2 MOJOKERTO

    Selain kegiatan pembelajaran yang rutin dilakukan setiap hari Senin – Jumat, SMPN 2 Mojokerto juga rutin melakukan kegiata-kegiatan lain, seperti :

    1. Upacara Bendera setiap hari Senin

    2. Sambut Siswa di Pagi Hari (Senin – Jumat)

    3. Sholat Dhuhur/Jumat berjamaah (Senin – Jumat)
    4. Parenting bersama orang tua/wali murid (Sabtu)

    5. Istighotsah (Jumat minggu ke- I & III)

    6. Jumat Sehat (Jumat minggu ke- II)

    7. Jumat Bersih (Jumat minggu ke – IV)

    8. Literasi Rohani (Sebelum pembelajaran)
    9. Senin dan Kamis (Ning Ita di Sekolah)
    10. Curhat Bersama Walikelas (Jumat)